Trump Pastikan Iran Tak Kenakan Biaya bagi Kapal yang Melintas di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Washinton D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran tidak akan memberlakukan tarif maupun pungutan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Washington menerima informasi terbaru dari Teheran terkait pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.

"Iran telah memberi tahu AS bahwa tidak ada tol, tidak ada biaya asuransi & tidak ada biaya lain apa pun yang diminta atau diterima oleh Iran pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz," tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 25 Juni 2026.

Sebelumnya, Iran beberapa kali menyampaikan rencana untuk mengenakan biaya layanan maritim bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz sebagai alternatif dari penerapan tol. Gagasan tersebut mendapat penolakan keras dari pemerintah Amerika Serikat.

Pada Selasa, 23 Juni 2026, Iran dan Oman menyatakan akan mengkaji besaran biaya yang mungkin dikenakan atas layanan pengelolaan Selat Hormuz. Kedua negara menegaskan bahwa mereka memiliki kedaulatan atas jalur perairan tersebut.

Meski demikian, pernyataan terbaru Trump tidak menjelaskan apakah jaminan bebas pungutan itu akan tetap berlaku setelah masa negosiasi damai selama 60 hari antara AS dan Iran berakhir. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Iran mengenai hal tersebut.

Baca Juga: Iran Sebut Selat Hormuz Sudah Terbuka Penuh untuk Kapal Dagang

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima kebijakan Iran yang memungut biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Saat ini, Washington dan Teheran telah menandatangani kesepakatan awal untuk menghentikan konflik yang sempat memanas. Kedua negara juga telah menyelesaikan putaran pertama perundingan di Swiss yang membuka periode negosiasi selama 60 hari. Pembahasan itu mencakup isu pencabutan sanksi, program nuklir Iran, hingga masa depan pengelolaan Selat Hormuz.

Selama konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel berlangsung, ancaman blokade di Selat Hormuz sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia. Namun, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut mulai meningkat kembali setelah tercapainya kesepakatan damai awal antara Washington dan Teheran.

Pemerintah Iran berulang kali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak global.

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi <b>(Antara)</b> Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi (Antara)

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Selasa, 23 Juni 2026, Iran dan Oman menyebut akan mempelajari mekanisme pengelolaan jalur perdagangan tersebut, termasuk kemungkinan biaya layanan yang dikenakan, sembari tetap menegaskan hak kedaulatan mereka atas selat itu.

Sementara itu, Rubio yang memulai kunjungan regionalnya ke Uni Emirat Arab menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menentang segala bentuk pungutan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.

"Ini adalah jalur air internasional. Tidak ada negara yang diizinkan untuk memungut tarif atau biaya di jalur air internasional," tegas Menlu AS itu. Ia juga menambahkan bahwa dirinya yakin "semua negara di kawasan ini akan setuju".

x|close