Ntvnews.id, Jakarta - Seorang bocah berinisial I berusia 4 tahun meninggal dunia setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.
Korban sebelumnya berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Kondisi korban balita tidak tertolong," kata Kapolsek Tebet AKP Ischak kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
Ischak menjelaskan, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan ketika berhasil dikeluarkan dari lubang proyek. Namun, saat menjalani perjalanan menuju rumah sakit, korban meninggal dunia.
Kepala Sektor Tebet Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Kusnanto, juga membenarkan bahwa korban masih hidup ketika proses evakuasi selesai dilakukan.
"Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kusnanto.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Sebabkan Lebih dari 1.000 Kematian
Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab korban dapat terjatuh ke dalam lubang proyek tersebut.
Peristiwa itu bermula pada Minggu dini hari ketika polisi menerima laporan dari warga mengenai seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 23.40 WIB. Saat itu, korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek.
Dalam peristiwa tersebut, korban terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter. Lubang itu memiliki diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.
Teman-teman korban kemudian meminta bantuan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada petugas piket fungsi Polsek Tebet yang langsung menuju lokasi kejadian.
Pada tahap awal, petugas berupaya mengevakuasi korban secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban keluar. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena ukuran lubang yang sangat sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.
Baca Juga: Putin Tegaskan Keamanan Rusia Tetap Terjaga di Tengah Intensitas Serangan Ukraina
Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Gulkarmat, Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, serta mendatangkan alat berat untuk mempercepat proses penyelamatan.
Sebanyak dua unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan penggalian secara hati-hati. Sebelum penggalian dilakukan, petugas terlebih dahulu membuat jalur aman di sisi lubang guna mengantisipasi terjadinya longsor.
Selain itu, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi agar area tetap steril sekaligus mencegah kerumunan warga menghambat jalannya proses evakuasi.
Setelah upaya penyelamatan berlangsung sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada sekitar pukul 03.55 WIB. Korban kemudian segera dibawa ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet (Antara)