Menang Pilpres, Keiko Fujimori Jadi Presiden Peru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 17:42
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin oposisi Peru Keiko Fujimori menyapa para pendukungnya usai dibebaskan dari penjara Santa Monica di Lima, Peru, Jumat, 29 November 2019. Keiko Fujimori melenggang bebas dari penjara pada Jumat, 29 November malam setelah mendekam selama hampir setahun sambil menunggu persidangan. Pemimpin oposisi Peru Keiko Fujimori menyapa para pendukungnya usai dibebaskan dari penjara Santa Monica di Lima, Peru, Jumat, 29 November 2019. Keiko Fujimori melenggang bebas dari penjara pada Jumat, 29 November malam setelah mendekam selama hampir setahun sambil menunggu persidangan. (Antara)

Ntvnews.id, Bogota, Kolombia - Keiko Sofia Fujimori Higuchi resmi terpilih sebagai presiden Peru setelah unggul atas Roberto Sanchez yang diusung koalisi Juntos por el Peru dalam pemilihan presiden.

Penetapan tersebut sekaligus mengakhiri proses pemilihan presiden yang menjadi salah satu kontestasi paling sengit dalam sejarah modern Peru.

Kantor Proses Pemilu Nasional Peru (ONPE) pada Senin, 29 Juni 2026, menuntaskan penghitungan seluruh 92.766 berita acara hasil pemungutan suara. Proses tersebut rampung setelah berminggu-minggu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap surat suara yang diperselisihkan.

Hasil akhir memperlihatkan persaingan yang sangat ketat, dengan selisih kemenangan hanya mencapai 49.641 suara.

Fujimori yang kini berusia 51 tahun dipastikan memimpin negara di kawasan Pegunungan Andes itu untuk masa jabatan konstitusional 2026-2031.

Baca Juga: Trump Sebut Presiden Kolombia ‘Gembong Narkoba’, Hubungan AS–Bogota di Ujung Tanduk

Keberhasilan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan politiknya setelah empat kali mengikuti pemilihan presiden. Sebelumnya, ia tiga kali kalah di putaran kedua, sempat menjalani lebih dari 500 hari penahanan pra-persidangan, serta menghadapi sentimen anti-Fujimori yang selama bertahun-tahun dinilai sulit dipatahkan.

Karier politik Fujimori mulai mendapat perhatian publik pada 1994. Saat berusia 19 tahun, ia menjalankan peran seremonial sebagai ibu negara menyusul perpisahan kedua orang tuanya, Susana Higuchi dan Presiden Alberto Fujimori.

Pengalaman itu menjadi awal kiprahnya di dunia politik, tetapi juga membuatnya tidak lepas dari bayang-bayang warisan politik sang ayah, yang kemudian dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas kasus korupsi dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pada 2011, Fujimori pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden melalui partai Fuerza 2011. Namun, langkahnya terhenti setelah kalah pada putaran kedua.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2016, ia kembali maju sebagai kandidat unggulan dengan meraih 39,9 persen suara pada putaran pertama. Meski demikian, ia kembali gagal setelah dikalahkan secara tipis oleh bankir konservatif Pedro Pablo Kuczynski di putaran kedua dengan selisih sekitar 41.000 suara.

Baca Juga: Kolombia Juara Grup K usai Tahan Imbang Portugal, Keduanya Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Dalam pemilu 2021, Fujimori kembali menghadapi tantangan besar akibat kasus dugaan pendanaan kampanye "Cocktails" serta beberapa kali menjalani penahanan pra-persidangan. Ia berhasil melaju ke putaran kedua dengan perolehan 13 persen suara pada putaran pertama, tetapi akhirnya dikalahkan Pedro Castillo dengan selisih sepersepuluh poin persentase.

Perempuan yang lahir di Lima pada 25 Mei 1975 itu meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis dari Universitas Boston dan kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Bisnis (MBA) di Universitas Columbia.

Fujimori mendirikan partai konservatif Fuerza Popular pada 2009. Saat menjadi anggota Kongres periode 2006-2011, ia mencatat rekor dengan memperoleh 602.869 suara individu, yang saat itu menjadi jumlah suara terbanyak yang pernah diraih seorang legislator di Peru.

Berdasarkan ketentuan hukum Peru, Fujimori dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan pada 28 Juli 2026. Ia juga mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang terpilih menjadi presiden Peru, sekaligus kandidat pertama yang berhasil memenangkan jabatan tersebut setelah empat kali mengikuti pemilihan.

Dalam pemerintahannya, Fujimori akan didampingi Wakil Presiden Pertama Luis Galaretta Velarde, yang pernah menjabat sebagai presiden Kongres, serta Wakil Presiden Kedua Miguel Angel Torres Morales, seorang pengacara konsultasi dan mantan anggota parlemen.

(Sumber: Antara)

x|close