Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sekaligus pendiri Gojek, Nadiem Makarim, memberikan pernyataan emosional sesaat setelah menjalani sidang pembacaan vonis. Dalam suasana penuh haru, Nadiem menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang selama ini berdiri di belakangnya, mulai dari keluarga hingga komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Membuka pernyataannya, Nadiem secara khusus memberikan penghormatan kepada istrinya, Franka Franklin. Ia menyebut bahwa sang istri adalah sosok yang paling merasakan dampak berat dari seluruh rangkaian proses hukum yang ia lalui.
"Yang pertama kepada istri saya yang telah memikul beban terbesar dari seluruh kejadian ini. Terima kasih Franka untuk segala-galanya. Untuk keluarga saya... terima kasih selalu berada di sisi saya," ujar Nadiem menahan tangis usai jalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juni 2026.
Salah satu momen haru dalam pidatonya adalah ketika Nadiem menyapa para pengemudi ojek online di seluruh Indonesia. Meski telah lama meninggalkan kursi kepemimpinan di Gojek untuk masuk ke pemerintahan, Nadiem menunjukkan bahwa ikatan batinnya dengan para ojol tidak pernah luntur. Dengan lantang, ia menyerukan slogan persaudaraan para pengemudi jalanan.
"Untuk para ojol... di seluruh Indonesia... terima kasih. Salam satu aspal. Salam satu aspal!" serunya, yang disambut riuh oleh beberapa pendukung yang hadir.
Tidak hanya soal urusan pribadi dan masa lalunya di dunia korporasi, Nadiem juga menyoroti sektor pendidikan yang ia pimpin selama beberapa tahun terakhir. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang berani bersuara mengenai realita kebijakan digitalisasi di lapangan.
Nadiem menekankan bahwa suara guru sangat penting dalam mengungkap fakta terkait pemanfaatan perangkat Chromebook dan program digitalisasi sekolah lainnya.
"Untuk para guru-guru se-Indonesia... saya juga ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena berkat Anda dan suara Anda... kenyataan di lapangan mengenai pemanfaatan Chromebook maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan digitalisasi pendidikan, terbuka," ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Nadiem mengapresiasi dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil. Ia mengakui bahwa keberanian para tokoh masyarakat, pakar hukum, hingga aktivis anti-korupsi dalam mengawal kasusnya menjadi kekuatan tersendiri.
"Dan saya ingin mengucapkan terima kasih juga kepada semua tokoh-masyarakat, semua pakar hukum, semua pegiat anti-korupsi... dan semua teman-teman yang telah bersuara, berani bersuara di situ," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan Nadiem Makarim tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di kalangan komunitas guru dan driver ojek online yang merasa terwakili oleh ucapan tersebut.
Nadiem Makarim (NTVNews/April)