Serangan Rudal dan Drone Rusia Terbaru di Ukraina Tewaskan 8 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. ANTARA/Xinhua/pri Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. ANTARA/Xinhua/pri (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilancarkan Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina pada Senin, 29 Juni 2026, menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan 34 lainnya mengalami luka-luka. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi yang mematikan.

Menurut Zelensky, serangan rudal Rusia di Kota Dnipro, yang merupakan pusat industri dan berjarak sekitar 100 kilometer dari garis depan pertempuran, mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dan 28 lainnya terluka. Kota tersebut selama ini kerap menjadi target serangan pasukan Rusia.

Gubernur wilayah Dnipro, Oleksandr Hanzha, menyatakan bahwa salah satu korban tewas adalah seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Ia juga membagikan sejumlah foto yang menunjukkan kerusakan pada bangunan, termasuk jendela yang pecah, serta gambar seorang korban yang tergeletak di dekat tangga.

"Orang-orang mengalami cedera otak traumatis, luka akibat pecahan peluru, patah tulang, dan trauma ledakan," kata Hanzha dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 1 Juli 2026.

Selain Dnipro, serangan drone Rusia juga menghantam Kota Zaporizhzhia dan menewaskan tiga orang serta melukai enam lainnya. Kota yang terletak sekitar 30 kilometer dari garis depan itu merupakan pusat administrasi wilayah yang diklaim Rusia sebagai bagian dari wilayah aneksasinya.

Baca Juga: Bahrain Tuduh Iran Lancarkan Serangan Drone ke Wilayahnya, Minta Hal Ini ke PBB

Zelensky juga mengungkapkan bahwa serangan Rusia turut menyasar sejumlah wilayah lain di Ukraina, termasuk Sumy, Odesa, Chernihiv, Kherson, dan Kharkiv.

Di tengah eskalasi serangan tersebut, pemerintah Rusia menegaskan bahwa posisi mereka terkait penyelesaian konflik tidak berubah sejak 2024. Pada Senin, 29 Juni 2026, Kremlin menyatakan bahwa syarat perdamaian yang diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin tetap berlaku, yakni pasukan Ukraina harus menarik diri dari empat wilayah yang diklaim Rusia sebagai bagian dari teritorinya.

Selain itu, Rusia juga menuntut agar Ukraina menghentikan upayanya untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Kremlin <b>(( (Antara (Xinhua) ))</b> Kremlin (( (Antara (Xinhua) ))

Dalam wawancara televisi yang disiarkan akhir pekan lalu, Putin kembali menegaskan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militernya hingga menguasai sepenuhnya wilayah-wilayah yang diklaim tersebut. Ia juga menolak proposal terbaru dari Ukraina yang bertujuan mengurangi intensitas pertempuran.

Sebelumnya, Putin mengungkapkan bahwa Ukraina sempat mengusulkan penghentian bersama serangan jarak jauh, serta pembatasan pertempuran hanya di empat wilayah yang dipersengketakan, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

x|close