Ntvnews.id, Taheran - Dua anggota Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan tewas setelah ditembak oleh sekelompok penyerang di kediaman mereka di Kota Paveh, wilayah barat Iran, yang berada dekat perbatasan dengan Kurdistan Irak.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pemerintah Iran selama ini kerap menuding kelompok separatis Kurdi di kawasan itu sebagai pelaku berbagai aksi kekerasan, dan menuduh mereka memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat serta Israel.
Dilansir dari AFP, Rabu, 1 Juli 2026, Media pemerintah Iran, menyebut dua anggota IRGC itu tewas dalam sebuah "tindakan teroris dan pengecut". Selain itu, dua anggota Garda Revolusi lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden penembakan tersebut.
Televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serangan tersebut.
"rincian pasti dari insiden ini dan langkah-langkah yang diambil untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab sedang ditelaah".
Secara terpisah, media resmi Garda Revolusi, Sepah News, melaporkan bahwa pasukan IRGC telah berhasil membubarkan sebuah kelompok yang disebut bekerja untuk "kelompok anti-pemerintah dan separatis" yang memasuki wilayah Iran melalui perbatasan barat laut.
Baca Juga: IRGC klaim hancurkan delapan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain
Laporan tersebut turut disertai sejumlah foto buram yang memperlihatkan empat jasad yang diduga tewas dalam operasi tersebut.
Di hari yang sama, insiden penembakan lain juga terjadi di Kota Saravan, Provinsi Sistan-Baluchistan. Menurut laporan televisi pemerintah Iran, sebuah kendaraan yang ditumpangi satu keluarga diberondong tembakan pada Senin, 29 Juni 2026, yang mengakibatkan seorang ayah dan ibu tewas.
Hingga saat ini, otoritas Iran belum mengungkap identitas para korban maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa aksi itu "dilakukan oleh tentara bayaran Zionis-Amerika", istilah yang kerap digunakan pejabat Iran untuk merujuk kepada kelompok separatis maupun kelompok bersenjata.
Warga Iran berkumpul di Teheran pada 1 April 2026 untuk menghadiri upacara pemakaman Komandan Utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Alireza Tangsiri dan personel angkatan bersenjata lainnya yang tewas dalam serangan AS dan Israel. ANT (Antara)
Provinsi Sistan-Baluchistan, yang berbatasan langsung dengan Pakistan dan Afghanistan, selama bertahun-tahun menjadi wilayah yang rawan konflik. Kawasan tersebut sering menjadi lokasi bentrokan antara aparat keamanan Iran, kelompok pemberontak, dan jaringan penyelundup narkotika.
Sebagai salah satu wilayah termiskin di Iran, Sistan-Baluchistan juga dihuni oleh populasi etnis Baloch dalam jumlah besar. Mayoritas masyarakat Baloch menganut Islam Sunni, berbeda dengan mayoritas penduduk Iran yang beraliran Syiah.
Insiden terbaru ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang dihadapi Iran di wilayah perbatasannya, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konflik internal yang melibatkan kelompok-kelompok bersenjata.
Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) (Antara)