Profil Sidarto Danusubroto, Mantan Ajudan Soekarno yang Dianugerahi Pangkat Komjen Polisi Kehormatan dari Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 10:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Sidarto Danusubroto Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Sidarto Danusubroto (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan kenaikan pangkat kehormatan kepada tiga purnawirawan Polri dalam Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara yang digelar di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Penghargaan tersebut diberikan kepada para purnawirawan yang dinilai memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara.

Pemberian pangkat kehormatan itu didasarkan pada keputusan yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

"Menganugerahkan pangkat secara istimewa kepada purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia atas jasanya yang luar biasa untuk bangsa dan negara republik Indonesia," bunyi keputusan yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Sidarto Danusubroto. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2013-2014 itu dianugerahi pangkat Komisaris Jenderal Polisi Kehormatan.

Baca Juga: Bareskrim Amankan 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Orang Resmi Jadi Tersangka

Sidarto Danusubroto lahir di Pandeglang, Provinsi Banten, pada 11 Juni 1936. Sosoknya dikenal sebagai purnawirawan Polri yang memiliki perjalanan karier panjang di institusi kepolisian, sekaligus pernah menjadi ajudan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Karier Sidarto di lingkungan Polri dimulai dengan menjadi ajudan Presiden Soekarno pada 1967-1968. Setelah itu, ia menempati berbagai posisi strategis di tubuh kepolisian.

Pada 1974-1975, Sidarto menjabat sebagai Kapolres Tangerang. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Polri pada 1975-1976, sebelum dipercaya memimpin Interpol Indonesia pada 1976-1982.

Selanjutnya, ia mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Komapta Polri pada 1982-1985, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat pada 1985-1986, Kapolda Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada 1986-1988, hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada 1988-1991.

Setelah mengakhiri kariernya di kepolisian, Sidarto sempat berkiprah di sektor swasta. Memasuki masa peralihan dari Orde Baru menuju Reformasi pada 1998, ia mulai aktif di dunia politik dengan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Prabowo Subianto Dianugerahi Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana

Karier politiknya dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPR pada Pemilu 1999. Sidarto kemudian kembali dipercaya menjadi anggota DPR untuk periode 2004-2009 dan 2009-2014, sehingga mencatatkan tiga periode berturut-turut sebagai wakil rakyat di Senayan.

Perjalanan politiknya mencapai puncak ketika Ketua MPR saat itu, Taufiq Kiemas, wafat pada 8 Juni 2013. Kekosongan kursi pimpinan MPR kemudian diisi oleh Sidarto Danusubroto setelah ditunjuk oleh PDI Perjuangan untuk menggantikan posisi Taufiq Kiemas.

Sidarto pun menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2013-2014, sebelum masa jabatannya berakhir seiring berakhirnya periode keanggotaan MPR hasil Pemilu 2009.

Kini, perjalanan panjang Sidarto Danusubroto di bidang kepolisian dan pengabdiannya kepada negara kembali mendapat pengakuan. Dalam peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Komisaris Jenderal Polisi Kehormatan kepada Sidarto sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara.

x|close