Pramono: Pemprov DKI Kini Punya SOP untuk Galian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 12:47
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) proyek galian yang berlaku untuk seluruh pekerjaan infrastruktur.

Kebijakan ini diterapkan guna mengakhiri tumpang tindih pekerjaan galian. Menurut Pramono, SOP tersebut mencakup seluruh proyek galian yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari pekerjaan yang dikelola Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, hingga proyek utilitas lainnya.

"Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sudah mempunyai SOP untuk galian. Terutama galian SDA, galian Bina Marga, galian semua-semua galian yang apa, muara tanggung jawabnya adalah di Pemerintah DKI Jakarta. Saya minta tidak lagi overlapping seperti kasus yang terjadi di TB Simatupang," ucap Pramono di Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026.

Baca Juga: Tekan Risiko Banjir di Kemanggisan, Pramono Percepat Penyelesaian Tanggul

Ilustrasi galian <b>(Pam Jaya)</b> Ilustrasi galian (Pam Jaya)

Ia menjelaskan, penerapan SOP ini menjadi langkah penting dalam menciptakan koordinasi yang lebih baik antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Dengan demikian, setiap proyek infrastruktur dapat direncanakan dan dikerjakan secara terpadu tanpa harus melakukan pembongkaran jalan secara berulang.

Pramono menekankan bahwa berbagai pekerjaan utilitas yang sebelumnya dilakukan secara terpisah kini akan disatukan dalam satu perencanaan. Mulai dari pembangunan saluran limbah, jaringan air bersih, hingga perbaikan jalan akan dikerjakan secara bersamaan agar lebih efisien.

Menurutnya, selama ini masyarakat sering dirugikan karena satu ruas jalan berkali-kali dibongkar oleh instansi yang berbeda. Melalui SOP baru tersebut, kondisi serupa diharapkan tidak lagi terjadi.

"Gak boleh lagi sendiri-sendiri dan perencanaannya harus dibuka bersama-sama. Maka beberapa yang apa, kalau dilihat terutama di daerah-daerah Menteng, daerah Jakarta Selatan dan sebagainya, sekarang menjadi satu," tutup Pramono.

x|close