Ntvnews.id, Jakarta - Beredar sebuah unggahan di Facebook yang menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), serta mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang terlihat memegang ijazah berlambang Universitas Gadjah Mada (UGM).
Unggahan tersebut diberi label breaking news dan disertai narasi yang mengklaim Presiden Prabowo menyatakan dirinya tidak takut kepada Jokowi. Selain itu, unggahan itu juga menyebut Istana akan segera mengambil alih penanganan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Berikut narasi yang beredar dalam unggahan tersebut:
“ISTANA SEGERA AMBIL ALIH KASUS IJAZAH
PRABOWO: SAYA TIDAK TAKUT JOKOWI
SEMUA KEBOHONGAN AKAN SAYA BONGKAR UNTUK PUBLIK”
Lantas, benarkah Istana akan mengambil alih kasus dugaan ijazah palsu Jokowi?
Hasil cek fakta:
Hasil penelusuran Kamis, 2 Juli 2026, menunjukkan tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo, Istana Kepresidenan, maupun pemerintah yang menyebutkan akan mengambil alih penanganan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Selain itu, tidak ditemukan pula pernyataan Presiden Prabowo yang berbunyi, "Saya tidak takut Jokowi" sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut.
Di sisi lain, perkembangan terbaru mengenai perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Jokowi masih diproses oleh aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam perkara tersebut, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk tidak menahan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa) yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kuasa hukum keduanya, Refly Harun, menjelaskan bahwa permohonan penangguhan penahanan telah dikabulkan. Dengan demikian, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma tidak ditahan dan akan menjalani proses persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kesimpulan:
Klaim yang menyebut Istana akan mengambil alih kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, serta narasi yang menyatakan Presiden Prabowo mengatakan akan membongkar seluruh kebohongan Jokowi, tidak didukung fakta maupun pernyataan resmi. Informasi tersebut merupakan hoaks.
Klaim: Istana segera ambil kasus dugaan ijazah palsu Jokowi
Hasil Cek Fakta: Hoaks
(Sumber: Antara)
Arsip - Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 3 April 2026 (Antara)