Cek Fakta: Klaim Prabowo Pecat Bahlil dan Dirut PLN Hoaks!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 20:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat sambutan pada penandatanganan framework agreement pengembangan industri baterai terintegrasi antara IBC, PT ANTAM Tbk, dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD), di Jakarta Jumat, 30 Januari 2026. Arsip - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat sambutan pada penandatanganan framework agreement pengembangan industri baterai terintegrasi antara IBC, PT ANTAM Tbk, dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD), di Jakarta Jumat, 30 Januari 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Beredar unggahan di Facebook yang menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan pejabat pemerintah di Istana.

Unggahan tersebut disertai narasi yang mengklaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dipecat dari jabatannya setelah dipanggil ke Istana.

Berikut narasi yang beredar:

"DIPANGGIL LANGSUNG KE ISTANA! BAHLIL DAN DIRUT PLN DIPECAT DARI JABATAN"

Lantas, benarkah Presiden Prabowo Subianto memecat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo?

Unggahan yang menarasikan Prabowo pecat Bahlil dan Dirut PLN pada Juni 2026. Faktanya, foto yang beredar merupakan dokumentasi rapat terbatas Presiden Prabowo bersama para menteri untuk membahas ketahanan energi dan isu strategis lainnya, bukan pengumuman pemecatan pejabat. (Facebook) <b>(Antara)</b> Unggahan yang menarasikan Prabowo pecat Bahlil dan Dirut PLN pada Juni 2026. Faktanya, foto yang beredar merupakan dokumentasi rapat terbatas Presiden Prabowo bersama para menteri untuk membahas ketahanan energi dan isu strategis lainnya, bukan pengumuman pemecatan pejabat. (Facebook) (Antara)

Hasil cek fakta:

Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak benar.

Tidak ditemukan informasi resmi yang menyatakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia maupun Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo diberhentikan dari jabatannya.

Penelusuran menggunakan Google Reverse Image menunjukkan foto yang beredar identik dengan dokumentasi yang dimuat dalam pemberitaan Bali Express berjudul "Titah Prabowo: Istana Intervensi Krisis Listrik, Pasokan Pulau Jawa Mulai Pulih".

Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan bahwa Presiden Prabowo memanggil Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN ke Istana untuk membahas penanganan gangguan pasokan listrik, bukan untuk memberhentikan keduanya.

Pada rapat itu, Presiden menginstruksikan seluruh pihak agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Pemerintah juga membentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), mempercepat pemeliharaan fasilitas kelistrikan, serta memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa pasokan listrik di Pulau Jawa telah berangsur pulih setelah gangguan teknis berhasil ditangani.

Foto yang sama juga diunggah melalui akun resmi Sekretariat Kabinet. Dalam keterangannya disebutkan Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pengembangan pariwisata nasional, evaluasi program hilirisasi, penguatan ketahanan energi, kesiapan peresmian ekosistem baterai kendaraan listrik, hingga upaya menjaga stabilitas pasokan listrik nasional.

Kesimpulan:

Klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memecat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo tidak didukung fakta. Foto yang beredar merupakan dokumentasi rapat terbatas Presiden bersama para menteri untuk membahas ketahanan energi dan sejumlah isu strategis, bukan pengumuman pemecatan pejabat.

Klaim: Prabowo memecat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PLN pada Juni 2026.

Hasil Cek Fakta: Hoaks.

(Sumber: Antara)

x|close