Netanyahu Tegaskan Rekonstruksi Gaza Tak Akan Dimulai, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Benjamin Netanyahu Benjamin Netanyahu (The Arab News)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa proses rekonstruksi di Jalur Gaza tidak akan dimulai sebelum infrastruktur militer di wilayah Palestina tersebut dibongkar dan kelompok-kelompok bersenjata di sana dilucuti.

Dilansir dari Al Arabiya, Selasa, 7 Juli 2026, Netanyahu juga menyatakan bahwa warga Gaza memiliki kebebasan untuk tetap tinggal atau meninggalkan wilayah tersebut, selama mereka tidak menimbulkan ancaman keamanan.

"Ancaman dari Gaza telah dilenyapkan," kata Netanyahu dalam pernyataan terbarunya pada Minggu, 5 Juli 2026 waktu setempat.

Menurut Netanyahu, kondisi tersebut dapat dicapai berkat pembentukan zona penyangga (buffer zone) oleh Israel di dalam wilayah Jalur Gaza.

Ia juga mengklaim bahwa hilangnya ancaman dari Gaza telah mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk tinggal di kawasan permukiman yang berada di dekat perbatasan Gaza. Hal itu, menurut Netanyahu, menunjukkan adanya perbaikan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Pernyataan terbaru Netanyahu mengenai Jalur Gaza disampaikan ketika perhatian internasional terhadap wilayah Palestina itu mulai berkurang. Gaza sendiri mengalami kehancuran besar akibat perang yang berlangsung sejak Oktober 2023, yang dipicu oleh serangan mendadak Hamas terhadap Israel.

Baca Juga: Mantan Jenderal Israel Mulai Kampanye untuk Gulingkan Netanyahu

Konflik di Gaza kemudian meluas dengan melibatkan kelompok-kelompok sekutu Hamas, seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, serta Iran yang diketahui memberikan dukungan kepada ketiga kelompok tersebut.

Setelah lebih dari dua setengah tahun konflik berlangsung, Jalur Gaza masih menghadapi krisis kemanusiaan yang serius. Meski gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak Oktober 2025, berbagai upaya untuk mengakhiri konflik secara permanen masih mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan.

Situasi semakin kompleks ketika perhatian dunia internasional beralih dari Gaza, terutama setelah Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, terlibat dalam konflik bersenjata dengan Iran pada akhir Februari lalu.

Dalam pernyataan yang sama pada Minggu, 5 Juli 2026 Netanyahu juga menyinggung situasi di Lebanon, tempat militer Israel terlibat pertempuran dengan kelompok Hizbullah dalam beberapa bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak pernah meminta Israel untuk menahan diri dalam menghadapi terowongan-terowongan Hizbullah yang ditemukan di Lebanon.

x|close