A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pramono Hadiri Peringatan Satu Abad Ali Sadikin - Ntvnews.id

Pramono Hadiri Peringatan Satu Abad Ali Sadikin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 22:41
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono di Peringatan Satu Abad Ali Sadikin Pramono di Peringatan Satu Abad Ali Sadikin (Pemprov DKI)

Ntvnews.id

, JakartaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan 100 tahun kelahiran Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026.

Peringatan satu abad mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977 itu menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun ibu kota, khususnya melalui pengembangan ekosistem seni, budaya, serta ruang publik yang hingga kini masih menjadi bagian penting identitas Jakarta.

Pramono mengatakan, warisan terbesar Ali Sadikin tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberaniannya menjadikan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan kota. Salah satu peninggalan bersejarah tersebut adalah Taman Ismail Marzuki yang hingga kini tetap menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.

Baca Juga: Pramono Siapkan Kejutan, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis Selama 5 Hari!

"Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali," katanya.

Lanjutnya, pembangunan Jakarta di masa depan harus tetap berpijak pada nilai sejarah dan kebudayaan. Karena itu, semangat Ali Sadikin perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka memahami perjalanan Jakarta sekaligus memiliki rasa bangga dan kepedulian terhadap kotanya.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengintegrasikan pembangunan modern dengan pelestarian budaya. Berbagai program strategis seperti pengembangan transportasi publik terintegrasi, kawasan Transit Oriented Development (TOD), revitalisasi Pasar Baru, hingga penataan Kota Tua dijalankan bersamaan dengan upaya memperkuat identitas budaya Betawi.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni revitalisasi kawasan Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi serta menghadirkan unsur budaya lokal dalam berbagai agenda dan kebijakan pemerintah daerah.

"Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota," imbuhnya.

Pramono juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kepemimpinan Ali Sadikin yang dikenal berani mengambil keputusan, visioner, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan pembangunan.

Menurutnya, semangat inovasi dan keberanian berpikir jauh ke depan yang diwariskan Bang Ali masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Jakarta di masa mendatang.

Baca Juga: Pramono Sosialisasikan Pergub Baru KLB untuk Perkuat Transparansi dan Kepastian Perizinan

"Semangat Bang Ali bukan hanya tentang apa yang telah dibangun, tetapi juga keberanian mengambil keputusan demi kemajuan kota. Nilai kepemimpinan seperti keberanian berinovasi, berpikir jangka panjang, dan membangun untuk kepentingan masyarakat harus terus menjadi inspirasi bagi kita semua," tuturnya.

Sejak awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno, Pramono mengaku telah berkomitmen menghidupkan kembali berbagai fasilitas seni dan budaya di kawasan Taman Ismail Marzuki.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengoperasian kembali Planetarium, perpanjangan jam layanan perpustakaan hingga malam hari, serta memperkuat kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif.

Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo, keluarga besar Ali Sadikin, akademisi, budayawan, seniman, serta berbagai komunitas budaya. 

x|close