Iran Tegaskan Teheran Tak Akan Berdamai dengan AS dan Tolak Akui Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan berdamai dengan Amerika Serikat maupun mengakui keberadaan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai permanen antara Iran dan Amerika Serikat yang saat ini tengah menjalani proses negosiasi.

Dalam pertemuan di Teheran pada Minggu bersama Ketua Dewan Syura Hamas Mohammad Darwish, Ghalibaf kembali menegaskan sikap negaranya yang tidak akan memberikan pengakuan kepada Israel.

Pada kesempatan itu, ia juga memastikan Iran akan terus memberikan dukungan kepada umat Muslim dan poros perlawanan. Menurutnya, dukungan tersebut mencakup bantuan politik maupun penyediaan rudal apabila memang dibutuhkan.

Ghalibaf mengatakan Iran telah menetapkan sejumlah garis merah yang tetap dipertahankan selama proses perundingan dengan Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa dukungan terhadap poros perlawanan dan Lebanon merupakan bagian dari prinsip yang tidak dapat dinegosiasikan. Selain itu, Iran berkomitmen mengikuti secara saksama perkembangan tahap kedua pelaksanaan gencatan senjata di Gaza.

Lebih lanjut, Ghalibaf menyebut Iran tidak mengabaikan tuntutan utamanya dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Washington melalui mediasi Qatar dan Pakistan untuk mengakhiri konflik. Menurutnya, Amerika Serikat telah "dipaksa untuk mengakui tuntutan tersebut dalam nota kesepahaman".

Ia juga menekankan bahwa kesiapan militer yang optimal menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi Iran dalam setiap perundingan. Ghalibaf berpendapat Amerika Serikat dan Israel akan memilih jalur perang apabila menilai pertahanan Iran dan poros perlawanan berada dalam kondisi lemah.

Selain itu, Ghalibaf menegaskan diplomasi harus mampu menjaga hasil-hasil yang telah dicapai melalui kekuatan militer agar dapat memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan.

x|close