Ratusan Massa Gelar Aksi Dukung MBG di Jakarta, Minta Kejelasan Operasi SPPG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 15:52
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Massa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026. Massa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026 siang.

Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak agar memberikan kepastian terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hingga kini belum berjalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, peserta aksi membawa bendera dan berbagai spanduk berisi dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Massa juga menyampaikan orasi di depan Halte Transjakarta Balai Kota arah Gambir, tepat di depan IRTI Monas.

Ketua Umum Asosiasi Pangan dan Gizi Indonesia Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (APGI 3T), Herwil Junaidi Harefa, mengatakan aksi tersebut berlangsung secara damai dengan tujuan meminta pemerintah pusat, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), segera memberikan kepastian terhadap keberlangsungan operasional SPPG.

Menurut Herwil, jaringan SPPG yang dibangun oleh anggotanya menggunakan dana swasta dan investasi pribadi, tanpa memanfaatkan anggaran negara. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah tetap memberikan ruang agar program tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"SPPG ini adalah eh menggunakan dana pribadi, dana kawan-kawan semua, dana investor, tidak sepeser pun menggunakan dana negara," katanya di lokasi aksi.

Herwil menilai ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 perlu dijalankan secara konsisten sehingga pelaksana di lapangan tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan administrasi maupun pergantian kebijakan.

Ia mengungkapkan, banyak pengelola SPPG telah menyelesaikan berbagai persiapan operasional sejak akhir 2025. Namun hingga kini, sejumlah dapur pelayanan gizi belum dapat beroperasi sehingga menimbulkan beban ekonomi bagi para pengelola.

"Harusnya kami selalu dapat berjalan lancar. Dari Oktober 2023 kami sudah selesai di Desember. Harusnya, kami sudah berjalan, Bapak, Ibu. Tapi sudah 8 bulan kami tidak berjalan. Kami ditagih-tagih oleh perbankan, kami ditagih oleh rentenir, kami ditagih oleh tukang, apa, tukang-tukang yang belum kami bayar," terangnya.

"Sampai sekarang, dapur SPPG kami itu terbengkalai. Bahkan kami jaga, kami bayar itu Bapak, Ibu, kami bayar internet, kami bayar listriknya, ini adakan. Manfaat dari SPPG terpencil ini adalah, akses listrik itu masuk ke daerah yang tidak ada sampai sekarang. Akses telekomunikasi, kami sewa Starlink karena memang komunikasi tidak ada," ungkapnya lagi.

x|close