Iran Tuding AS Gunakan Status Tuan Rumah Piala Dunia untuk Tekan Negara Pesaing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 11:40
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Aula Konferensi Pemimpin pada kesempatan Hari Usaha Kecil Arsip - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Aula Konferensi Pemimpin pada kesempatan Hari Usaha Kecil (Antara)

Ntvnews.id,Istanbul - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding Amerika Serikat memanfaatkan posisinya sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 untuk memberikan tekanan terhadap negara-negara yang dianggap sebagai pesaing. Tuduhan tersebut disampaikan pada Rabu melalui akun media sosial X.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran menolak segala bentuk tindakan yang menurutnya merupakan praktik "perundungan" oleh Washington.

“Perilaku pemerintah AS sebagai tuan rumah Piala Dunia mengikuti kebijakan luar negerinya selama ini: membengkokkan aturan, mengintimidasi lawan, menciptakan hambatan, dan berbuat curang. Ini adalah taktik MAGA mereka. Iran menolak permainan semacam itu. Kami teguh mempertahankan hak-hak kami,” tulis Pezeshkian.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara kedua negara. Situasi memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran militer Iran menyusul eskalasi ketegangan maritim di Selat Hormuz. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Teheran telah "berakhir."

Baca Juga: Di Tengah Ancaman Trump, Presiden Iran Tegaskan Hak Bela Diri

Selain dipengaruhi situasi politik, pernyataan Pezeshkian juga disampaikan setelah berlangsung selama beberapa pekan perselisihan antara Teheran dan Washington terkait penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.

Hubungan kedua negara semakin memanas akibat kebijakan pembatasan visa Amerika Serikat yang menyebabkan sejumlah staf teknis penting tim nasional Iran tidak dapat memasuki wilayah AS. Di samping itu, aturan keamanan yang berlaku juga tidak mengizinkan tim Iran membangun kamp pelatihan di negara tersebut.

Kondisi itu membuat tim Iran harus menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas selama turnamen. Mereka hanya diizinkan memasuki Amerika Serikat pada hari pertandingan dan diwajibkan kembali ke Meksiko segera setelah laga selesai.

Walaupun menghadapi berbagai hambatan logistik, Iran mampu menyelesaikan fase grup tanpa mengalami kekalahan. Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia harus berakhir pada Minggu, 28 Juni 2026 setelah gagal melaju ke babak gugur.

Baca Juga: Presiden Iran Tegaskan Negaranya Tidak Kembangkan Senjata Nuklir

Kritik yang disampaikan Pezeshkian juga bertepatan dengan menguatnya perdebatan internasional mengenai integritas penyelenggaraan turnamen.

Kontroversi semakin membesar setelah Trump mengaku telah turun tangan secara langsung dengan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino mencabut sanksi skors yang dijatuhkan kepada penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Pernyataan tersebut memicu kecaman dari sejumlah otoritas sepak bola Eropa serta beberapa tim peserta yang menilai adanya campur tangan politik dalam penyelenggaraan olahraga.

(Sumber: Antara)

x|close