Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Modern Dunia Islam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 16:58
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Seminar Nasional IKA PTKIN di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Seminar Nasional IKA PTKIN di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat baru peradaban modern dunia Islam. Optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah keunggulan yang dimiliki Indonesia, mulai dari stabilitas ekonomi hingga kondisi sosial politik yang dinilai kondusif di tengah dinamika geopolitik global.

“Maka itu banyak sekali ekspektasi ke depan ini membayangkan Indonesia itu akan menjadi kekuatan baru munculnya peradaban baru, bukan lagi di Timur Tengah tetapi ini tuh akan pindah ke Indonesia yang akan datang," ujar Menag saat membuka Seminar Nasional IKA PTKIN di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Nasaruddin, salah satu faktor utama yang mendukung peluang tersebut adalah kondisi makroekonomi Indonesia yang tetap kuat. Ia menilai situasi itu menjadi pembeda ketika sejumlah negara di kawasan Timur Tengah masih menghadapi ketidakpastian akibat konflik yang berkepanjangan.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran 5 persen serta tingkat inflasi yang tetap rendah menjadi modal penting bagi lahirnya peradaban baru.

Baca JugaMenag: Alumni PTKIN Siap Perkuat Visi Prabowo, Indonesia Berpeluang Jadi Episentrum Peradaban Islam Modern

"Pemikiran yang tenang itu hanya akan bisa lahir di dalam negara yang tenang, yang stabilitas ekonominya kuat,” kata Menag.

Selain faktor ekonomi, Nasaruddin menilai karakter umat Islam Indonesia yang moderat, terjaminnya hak asasi manusia, stabilitas politik nasional, serta bonus demografi yang dimiliki Indonesia turut menjadi kekuatan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Untuk mendukung terwujudnya visi itu, ia menekankan perlunya peningkatan kualitas dan kapasitas keilmuan para alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Menurutnya, para alumni tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman klasik, tetapi juga harus memiliki kemampuan memahami perkembangan ilmu pengetahuan modern serta dinamika geopolitik.

Baca JugaMenag Nasaruddin Umar Tegaskan Alumni PTKIN Harus Jadi Cendekiawan yang Berdampak bagi Umat dan Bangsa

"Kita sebagai alumni UIN harus punya kesadaran geopolitik yang tinggi juga. Kita jangan hanya mahir membaca kitab kuning, tetapi kitab putih juga. Tidak kompatibel sebagai alumni UIN kalau kita tidak perlu menguasai situasi regional dan nasional kita," kata Menag.

Nasaruddin juga mendorong lembaga pendidikan keagamaan di bawah Kementerian Agama agar semakin banyak melahirkan inovator dan peneliti yang mampu menghasilkan temuan baru.

Ia menilai kemandirian sebagai produsen ilmu pengetahuan dapat diwujudkan melalui perpaduan antara semangat belajar sebagaimana terkandung dalam perintah iqra' dengan nilai-nilai ketuhanan atau bismi rabbik, seperti yang pernah dicapai pada masa kejayaan peradaban Islam.

"Kalau Indonesia ingin menjadi epicentrum peradaban dunia modern, maka tidak ada cara lain kita harus melahirkan seribu BJ Habibie di Indonesia," katanya.

(Sumber: Antara)
 
 
 
x|close