Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menjelaskan bahwa kinerja perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari hingga Mei 2026 masih menunjukkan tren positif. Menurutnya, kenaikan kumulatif perjalanan wisnus mencapai 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski laju pertumbuhannya lebih rendah secara year-on-year.
Hal itu disampaikan Widiyanti saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Mengenai penurunan pertumbuhan year-on-year perjalanan wisnus, Widiyanti menegaskan bahwa secara kumulatif jumlah perjalanan tetap meningkat.
"Data kami seperti yang tadi kami sampaikan di bulan Mei ini dibandingkan tahun 2025 ada peningkatan 8,69% ya. Tahun 2025 bulan Mei itu 97,67 juta perjalanan dan tahun ini bulan Mei 106,16 juta perjalanan. Kemudian secara year-to-date (Januari hingga Mei) itu ada peningkatan 2,88%, di mana tahun ini 523,22 juta perjalanan dan tahun lalu 508,67 juta perjalanan. Ini untuk tahun 2026." ujarnya.
Menurut Widiyanti, perbedaan tingkat pertumbuhan antarbulan merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi pola musiman atau seasonality.
"Jadi perbedaan angka pertumbuhan dari bulan ke bulan itu biasanya masih normal karena seasonality. Dan ini secara kumulatif kami sudah menyampaikan tadi angkanya lebih tinggi sesuai BPS." jelasnya.
Baca Juga: Bakom: Permendag PMSE Perkuat Legalitas UMKM, Marketplace Wajib Utamakan Produk Dalam Negeri
Widiyanti juga menjelaskan bahwa pemerintah masih menunggu hasil evaluasi mengenai dampak penghentian kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat terhadap mobilitas wisatawan domestik.
"Kemudian pertanyaan mengenai PPN DTP. Kami pada saat ini masih menunggu dampak perhitungannya dari BPS untuk bulan Juni dan Juli karena periode liburan ini belum selesai." tutur Menpar.
Meski evaluasi masih berlangsung, Kementerian Pariwisata telah mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.
"Dan dari yang kami catat pada 5 Juni hingga 2 Juli itu tercatat lebih dari 13,48 juta kedatangan di 16 provinsi lokasi, 10 destinasi pariwisata prioritas, dan 3 destinasi regeneratif dari seluruh moda. Perjalanan wisatawan nusantara utamanya banyak di Bali dan di Pulau Jawa serta Sumatera." paparnya.
Data tersebut, menurut Widiyanti, menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas wisata domestik tetap bergerak positif selama musim liburan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan melalui data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum menyimpulkan dampak penghapusan insentif PPN DTP terhadap sektor pariwisata nasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri (NTVnews)