Kepala BRIN Dorong Profesor Riset Jadi Teladan Hadapi Perubahan dan Masa Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 13:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Profesor Riset di Jakarta Tangkapan layar - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Profesor Riset di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, JakartaBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melantik lima profesor riset baru sebagai wujud penguatan peran riset dalam memberikan solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional.

Lima profesor yang dilantik tersebut yakni Johnny Walker Situmorang dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan, Hidayat dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Tri Marwati dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Umi Muawanah dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan, serta Wahyu Pudji Nugraheni dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi.

Dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Profesor Riset di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa profesor riset diharapkan menjadi teladan bagi para peneliti Indonesia dalam menyikapi perubahan yang terus berkembang.

"Saya berharap para profesor ini menjadi role model, menjadi teladan dalam rangka untuk merespons perubahan," katanya.

Baca Juga: Kepala BRIN Dorong Umsura Perkuat Hilirisasi Riset Lewat Kolaborasi Industri

Arif menjelaskan bahwa profesor riset memiliki potensi berada pada level kepemimpinan tiga hingga empat. Ia menguraikan bahwa kepemimpinan terdiri atas empat tingkatan, yaitu memimpin diri sendiri pada level pertama, memimpin orang lain pada level kedua, memimpin perubahan pada level ketiga, dan memimpin masa depan pada level keempat.

"Jadi level tiga dan level empat tidak semua orang bisa. Tapi dengan gelar akademik yang begitu tinggi dan pengalaman riset yang begitu memadai, maka kemungkinan untuk bisa cepat memimpin perubahan dan bahkan memimpin masa depan. Karena kepemimpinan masa depan itu sangat tergantung pada kemampuan kita untuk berimajinasi dalam masa depan," ujarnya.

Lebih lanjut, Arif mengatakan BRIN telah menyusun Peta Jalan Riset Nasional sebagai acuan arah riset yang akan dikembangkan Indonesia hingga tahun 2035.

Ia juga mengingatkan para profesor riset agar terus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, sejumlah sektor industri yang saat ini masih bertahan berpotensi menjadi usang apabila tetap mengandalkan teknologi lama.

Baca Juga: Menteri PANRB Dorong Penguatan Kelembagaan BRIN untuk Percepat Riset Nasional

"Jangan sampai industrialisasi yang ada di Indonesia adalah industrialisasi yang berbasis pada existing technology. Ini sudah banyak investasi yang kita rasakan, yang kemungkinan besar akan obsolete (usang), karena teknologinya sudah bergeser, bergeser, dan bergeser," ungkap Arif Satria.

Pada kesempatan itu, Arif turut berharap para profesor riset dapat menjadi sosok yang menginspirasi generasi penerus melalui karya dan kontribusi nyata.

Menurutnya, seorang inspirator harus mampu mendorong orang lain untuk berpikir dan bertindak demi kemajuan serta kemaslahatan bersama.

"Makanya tidak mudah menjadi sumber inspirasi, karena inspirasi itu bukan semata-mata karena kata-kata, tapi inspirasi harus berbasis pada karya. Sehingga kita harapkan para profesor seperti ini harus punya karya-karya yang menginspirasi," ucap Arif Satria.

(Sumber: Antara)

x|close