Ngotot Bantah Hina Wartawan, Hotman Paris Merasa Dijebak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 10:30
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7 Kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7

Ntvnews.id, Jakarta - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya buka suara memberikan klarifikasi terkait potongan video viral yang memicu polemik dengan kalangan jurnalis. Hotman menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah bermaksud menghina profesi wartawan maupun organisasi pers, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pernyataan ini menyusul adanya tuduhan pelecehan terhadap profesi wartawan saat dirinya melakukan sesi tanya jawab usai mendampingi kliennya, mantan Jampidsus, dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung pada Jumat pekan lalu.

Hotman menjelaskan bahwa saat kejadian, dirinya dalam kondisi fisik yang kurang prima karena baru saja menjalani perawatan medis akibat saraf kejepit. Ia bahkan sempat meminta fasilitas kursi dan meja kepada petugas karena merasa sakit jika harus berdiri lama.

"Saya baru opname saraf kejepit dan masih sakit. Waktu turun dari lantai atas, ternyata di balik teralis pintu sudah banyak orang. Ada yang pegang kamera, aktivis, mahasiswa, hingga oknum yang sama sekali tidak menunjukkan identitas sebagai wartawan," ujar Hotman di Instagram, 22 Juli 2026.

Menurut Hotman, kericuhan bermula ketika seorang laki-laki yang tidak memperkenalkan diri terus mencecar pertanyaan tendensius mengenai dugaan agenda tersembunyi dari sebuah lembaga yang tengah ditangani Hotman.

"Dia bertanya, 'Apa agenda tersembunyi dari lembaga tersebut?'. Saya jawab, dari mana saya tahu? Namanya juga agenda tersembunyi. Tapi dia terus ngotot bertanya apa kesalahannya, padahal saya di sana hanya mendampingi BAP," lanjutnya.

Hotman menyayangkan sikap oknum tersebut yang tidak menyebutkan nama maupun asal medianya, namun terus berdebat secara agresif. Hal inilah yang kemudian memicu respons spontan dari Hotman.

Terkait ucapan "Lu punya otak enggak sih?" yang menjadi viral, Hotman menegaskan bahwa kalimat tersebut merupakan serangan personal kepada oknum yang mendebatnya, bukan ditujukan kepada profesi wartawan atau institusi PWI.

"Kata 'Lu' itu artinya kepribadian perorangan, bukan ke lembaga. Itu adalah perdebatan head-to-head pribadi ke pribadi karena saya terus didebat dengan pertanyaan menjebak. Saya tidak tahu dia dari organisasi mana, dia tidak memperkenalkan diri," tegas Hotman.

Hotman juga mensinyalir adanya kerumunan orang yang tidak jelas status profesinya dalam kerumunan tersebut. Ia menyebut ada banyak oknum yang tidak membawa perlengkapan peliputan standar namun ikut memprovokasi suasana.

"Sekali lagi saya pertegas, saya tidak pernah menghina atau melecehkan organisasi wartawan, tidak pernah menghina PWI. Ucapan itu murni karena kekesalan terhadap individu yang terus menyerocos tanpa identitas yang jelas," pungkasnya.

x|close