Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah masih dalam kondisi aman di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Heni Hamidah mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan yang terdampak konflik.
“Seluruh WNI di kawasan sejumlah 535.897 orang di negara-negara terdampak di kawasan termasuk di Iran, Lebanon, Kuwait, dan Bahrain sampai saat ini dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Heni menjelaskan Kemlu bersama seluruh Perwakilan RI terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, kondisi keamanan di sejumlah negara di kawasan masih terus berubah.
Baca Juga: Sinergi Kemlu dan PIS Berhasil Kawal Kapal Gamsunoro Lintasi Selat Hormuz dengan Aman
Ia juga mengungkapkan sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada akhir Februari 2026 hingga saat ini, Kemlu bersama Perwakilan RI telah memfasilitasi kepulangan sebanyak 3.038 WNI ke Indonesia.
Kemlu mengimbau WNI yang masih berada di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan, mengikuti perkembangan informasi dari otoritas setempat maupun Perwakilan RI, serta segera menghubungi Perwakilan RI terdekat apabila menghadapi situasi darurat, kata Heni.
Heni menegaskan pemerintah akan terus memonitor perkembangan situasi sekaligus memastikan seluruh langkah pelindungan bagi WNI tetap siap dijalankan. Perwakilan RI di berbagai negara juga tetap bersiaga dengan menerapkan rencana kontingensi yang telah disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menargetkan fasilitas serta pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terdampak Gelombang Panas Ekstrem di Eropa
Konflik tetap berlanjut meski kedua negara sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026 untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak Februari 2026 dan membuka jalan menuju kesepakatan damai jangka panjang.
Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 23 Juli2026. (Antara)