Lula Kembali Nyapres untuk Periode Keempat di Brasil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (depan) berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara Pasar Bersama Selatan (Mercosur) di Foz do Iguacu, Brasil, Sabtu, 20 Desember 2025. Arsip foto - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (depan) berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara Pasar Bersama Selatan (Mercosur) di Foz do Iguacu, Brasil, Sabtu, 20 Desember 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Brasilia - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memastikan dirinya kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang akan digelar pada Oktober mendatang. Di usia 80 tahun, Lula akan berupaya merebut masa jabatan keempat dan menegaskan bahwa kondisi fisiknya masih dalam keadaan "prima".

Dilansir dari AFP, Selasa 4 Agustus 2026, keputusan tersebut disampaikan Lula pada Minggu, 2 Agustus 2026 waktu setempat. Pencalonannya kembali berlangsung ketika kampanye politiknya turut dibayangi tekanan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sebagai salah satu figur penting kelompok kiri di Amerika Latin, Lula membidik masa jabatan keempat sekaligus yang terakhir. Dalam kampanyenya, dia berupaya menampilkan diri sebagai pemimpin yang dapat diandalkan ketika dunia menghadapi situasi penuh ketidakpastian serta sebagai penghalang terhadap menguatnya kelompok sayap kanan ekstrem secara global.

Meski tidak menyebut nama Trump secara langsung dalam konvensi Partai Pekerja (PT) di Sao Paulo, Lula bersama sejumlah tokoh kiri lainnya menyoroti pentingnya mempertahankan kedaulatan Brasil dari tekanan eksternal. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan hubungan diplomatik antara Brasil dan AS.

"Saya ingin bersiap agar tidak ada pihak yang menginvasi negara ini," kata Lula dalam pidatonya di hadapan peserta konvensi sembari mendorong peningkatan anggaran dan investasi untuk sektor pertahanan.

Lula merupakan mantan pekerja logam sekaligus aktivis serikat buruh yang berhasil melakukan comeback politik secara dramatis ketika kembali menduduki kursi kepresidenan tiga tahun lalu. Sebelumnya, dia sempat menjalani hukuman penjara akibat sejumlah perkara korupsi yang kemudian dibatalkan. Masa tersebut berlangsung setelah Lula sebelumnya memimpin Brasil pada 2003-2010.

Baca Juga: Neymar Akhiri Karier Bersama Timnas Brasil Usai Piala Dunia 2026

Dalam pidatonya, Lula menyatakan bahwa kebugaran fisik yang dijaganya melalui olahraga dan aktivitas rutin membuat kondisinya "tetap prima".

"Saya ingin melawan penuaan. Saya tidak ingin berjalan tertatih-tatih," ucapnya.

Berdasarkan konstitusi Brasil, seorang presiden dapat menjabat selama dua periode secara berturut-turut. Setelah tidak menjabat selama satu periode, mantan presiden dapat kembali mencalonkan diri tanpa batasan jumlah masa jabatan sepanjang hidupnya.

Lula juga memastikan bahwa dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri setelah menyelesaikan masa jabatan keempat. Dia mengatakan dirinya bersama sang istri, Rosangela, yang kini berusia 59 tahun, ingin "pergi berlibur untuk fokus pada hubungan asmara selama 20 tahun ke depan".

Lula merupakan tokoh yang memiliki tingkat popularitas sekaligus penolakan yang relatif berimbang di tengah masyarakat Brasil. Dalam pemilihan presiden sebelumnya, dia berhasil mengalahkan rival utamanya, mantan Presiden Jair Bolsonaro, dengan selisih suara yang sangat tipis.

Dalam pemilu mendatang, Lula akan berhadapan dengan Flavio Bolsonaro, putra sulung Jair Bolsonaro. Flavio mengambil posisi sebagai kandidat utama keluarga Bolsonaro setelah ayahnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan atas tuduhan merencanakan kudeta.

Keluarga Bolsonaro diketahui memiliki kedekatan dengan Trump. Dalam beberapa waktu terakhir, Trump juga disebut memberikan dukungan kepada kandidat-kandidat sayap kanan yang berhasil memenangkan pemilu di sejumlah negara Amerika Latin.

HIGHLIGHT

x|close