DPR Minta Penerima MBG Dipangkas dari 82 Juta ke 26 Juta Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 09:05
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dikurangi. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DR RI Charles Honoris, penerima manfaat harus disesuaikan jika program MBG ingin digunakan untuk mengatasi stunting.

Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penerima manfaat MBG seharusnya diturunkan dari 82 juta orang menjadi 26 juta.

"Ya mungkin tidak lagi 82 juta seperti yang dirancang atau direncanakan di tahap awal, tetapi difokuskan kepada yang membutuhkan saja," ujar Charles, Senin, 3 Agustus 2026.

"Karena kalau kita ingin menurunkan angka stunting, memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia kan artinya tidak semua anak diberikan harus diberikan makan," imbuhnya.

Dia mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu mendesain ulang program MBG dengan memperhatikan penerima manfaat.

Ia mendorong BGN melakukan pemfokusan ulang penerima manfaat. Charles mengatakan, apabila penerima manfaat dikurangi sesuai kebutuhan, maka anggaran MBG secara otomatis bisa dipangkas sehingga tidak mengganggu dana pendidikan.

"Sehingga ya sudah dilakukan saja refocusing penerima manfaat dari 82 juta menjadi 26 juta. Dengan sendirinya anggarannya pun pasti akan berkurang jauh, ya," tuturnya.

"Tidak lagi sampai 200-an triliun tetapi mungkin hanya 60-an triliun saja sehingga tidak sampai menggerogoti anggaran pendidikan," imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya meminta pemerintah mengimplementasikan putusan Mahkamah Konstitusi tentang pemisahan anggaran MBG dari anggaran pendidikan.

Meski MK menetapkan anggaran MBG harus dipisah paling lambat pada 2028, Charles menilai pemerintah bisa membuat pos anggaran tersendiri untuk APBN 2027.

TERKINI

Militer AS Kehabisan Opsi untuk Menekan Iran

Luar Negeri Selasa, 4 Agu 2026 | 08:15 WIB

Desus Hubungan Trump-Netanyahu Retak

Luar Negeri Selasa, 4 Agu 2026 | 08:05 WIB

China Berlakukan UU Persatuan Etnis, Apa Dampaknya?

Luar Negeri Selasa, 4 Agu 2026 | 07:45 WIB

Iran Eksekusi Mati 2 Pria yang Jadi Mata-mata Israel

Luar Negeri Selasa, 4 Agu 2026 | 07:35 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close