Ntvnews.id, Canbera - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendapat sorotan tajam setelah dianggap melontarkan candaan bernuansa vulgar yang ditujukan kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Pernyataan tersebut muncul ketika Albanese menceritakan hadiah berupa melon yang diberikan Takaichi saat melakukan kunjungan ke Australia pada Mei 2026.
Dalam percakapannya bersama pembawa acara podcast Bush Deep, Nikki Osborne, Albanese menyebut hadiah melon kerajaan Jepang dari Takaichi sebagai pemberian yang "aneh".
Melon premium Jepang dikenal sebagai salah satu komoditas mewah. Harganya bahkan dapat mencapai lebih dari A$270 atau sekitar Rp3,3 juta.
Ketika Osborne bertanya apakah Takaichi membawa melon tersebut melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese membuat gestur dengan mengangkat kedua tangan di depan dada sembari mengatakan, "(saya) dapat beberapa melon."
"Dia datang dengan penampilan seperti Pamela Anderson," jawab Osborne, sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga: Australia Catat Kematian Massal Satwa Akibat Flu Burung untuk Pertama Kalinya
Candaan tersebut kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak. Pemimpin oposisi Australia bahkan mendesak Albanese menyampaikan permintaan maaf karena menganggap pernyataan tersebut bersifat "menghina".
Dalam sesi di parlemen pada Selasa, 11 Agustus 2026, Albanese ditanya apakah dirinya bersedia meminta maaf atas "perilakunya yang tidak menghormati" tersebut.
"saya menolak anggapan yang terkandung dalam pertanyaan itu," jawab Albanese.
Ia kemudian menegaskan hubungan baiknya dengan pemimpin Jepang tersebut.
Arsip - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)
"Perdana Menteri Takaichi adalah sahabat Australia dan juga sahabat saya," katanya lagi.
Albanese sebelumnya juga pernah menuai kontroversi akibat pernyataannya dalam podcast yang sama. Pada bulan lalu, ia bahkan telah meminta maaf setelah mengatakan bahwa dirinya ingin "mengencani secara seksual" penyanyi Kylie Minogue.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong membantah anggapan bahwa pernyataan Albanese tersebut ditujukan untuk menghina Perdana Menteri Jepang.
"Perdana menteri telah menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud agar komentar tersebut ditafsirkan seperti yang dilakukan oleh pihak oposisi," katanya, merujuk pada kelompok oposisi.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. ANTARA/Anadolu/py (Antara)