Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengapresiasi sikap China yang dinilai tidak terlalu terlibat dalam konflik di kawasan Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington DC.
Trump mengungkapkan bahwa Xi Jinping dijadwalkan berkunjung ke AS dalam beberapa pekan mendatang. Namun, ia tidak memberikan informasi lebih detail mengenai waktu maupun agenda kunjungan tersebut.
"Dia akan datang dalam beberapa pekan mendatang. Dia menantikannya. Saya juga menantikan kedatangannya. Kami punya hubungan baik," ujar Trump, dikutip dari SCMP, Rabu, 2 Spetember 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyoroti posisi China dalam konflik yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Ia menilai Beijing relatif tidak mengambil peran aktif dalam situasi tersebut.
"Bahkan dengan Selat Hormuz, dia relatif tak aktif. Dia relatif tak aktif dibanding apa yang seharusnya dia lakukan," ucap presiden AS itu.
Trump juga menyatakan penghormatannya terhadap Xi Jinping. Ia meyakini hubungan personal antara dirinya dan Presiden China tersebut juga dilandasi sikap saling menghargai.
"Saya kira dia menghargai saya, dan saya kira dia menghormati negara kita lagi. Dia tak menghormati negara kita dua tahun lalu, dia menertawakan negara kita," ucap Trump.
Baca Juga: Kremlin Buka Suara Soal Rencana Pertemuan Putin, Trump, dan Zelensky
Pernyataan tersebut merujuk pada periode pemerintahan Joe Biden. Hubungan Washington dan Beijing memang kerap mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun kedua negara juga berupaya mempertahankan komunikasi di tengah berbagai perselisihan.
Komentar Trump muncul tidak lama setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan sinyal bahwa Washington kemungkinan tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah bank China.
Sebelumnya, pemerintah AS tengah meningkatkan tekanan terhadap berbagai entitas asing yang dianggap membantu Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. China juga sempat disebut berpotensi menjadi sasaran sanksi, khususnya terhadap lembaga keuangannya.
Pujian Trump terhadap sikap Beijing menunjukkan adanya upaya mempertahankan hubungan yang lebih stabil dengan China menjelang pertemuan langsungnya dengan Xi Jinping dalam beberapa pekan mendatang.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)