Pemerintah Siapkan Skenario Kehadiran Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 20:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan sejumlah skenario terkait kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York, Amerika Serikat, pada akhir September 2026.

"Kami mempersiapkan berbagai skenario, tetapi tentu dari segi substansi, semua persiapan tetap berjalan dan ini terus dimatangkan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Nabyl menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan persiapan terhadap materi dan substansi yang nantinya akan dibawa Indonesia dalam forum tahunan PBB tersebut.

"Kami juga melibatkan berbagai latihan juga untuk menyiapkan substansinya," tambahnya.

Meski berbagai persiapan terus dilakukan, Nabyl belum dapat memastikan tingkat kehadiran Presiden Prabowo dalam UNGA tahun ini.

"Nanti mengenai konfirmasi tingkat kehadiran, tentu akan kami umumkan secara resmi dalam waktu dekat," katanya.

Baca Juga: Segera Akhiri Masa Jabatan Sekjen, Guterres Harap PBB Terus Berperan Wujudkan Perdamaian Dunia

Mengenai isu yang akan diangkat Indonesia dalam UNGA, Nabyl mengatakan pemerintah terlebih dahulu akan mempertimbangkan tema utama yang diusung dalam sidang tahun ini.

Selain tema utama, perkembangan berbagai isu selama satu tahun terakhir juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan hal-hal yang akan mendapat perhatian Indonesia pada forum tersebut.

"UNGA ini kan adalah sebuah event yang berjalan tahunan, biasanya dimanfaatkan untuk meriviu perkembangan dari setahun terakhir, apa saja yang kira-kira progresnya sudah berjalan, apa saja kira-kira yang baru terjadi, dan di situlah kami akan meng-highlight dalam pertemuan tersebut," ujar Nabyl.

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB telah resmi dimulai di New York pada Selasa, 8 September 2026. Dalam sesi baru tersebut, Menlu Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai Presiden Majelis Umum PBB menggantikan mantan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.

Baca Juga: Resmi Jabat Presiden Majelis Umum PBB, Menlu Bangladesh Janji Taati Piagam

Sidang kali ini mengangkat tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua". Sementara itu, Sesi Debat Umum UNGA dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September 2026.

(Sumber: Antara)

x|close