Intelijen Prancis Sebut Serangan Besar Rusia Bisa Terjadi pada Musim Gugur 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 10:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bangunan hunian rusak akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, (6/7/2026). Ilustrasi - Bangunan hunian rusak akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, (6/7/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Paris - Layanan intelijen Prancis memperkirakan musim gugur 2027 menjadi salah satu periode yang berpotensi digunakan Rusia untuk melancarkan serangan besar. Perkiraan tersebut lebih cepat dibandingkan skenario sebelumnya yang memproyeksikan kemungkinan serangan terjadi pada 2030.

France Télévisions melaporkan, Senin, 21 Spetember 2026,. perkiraan tersebut tercantum dalam sebuah catatan rahasia yang diperoleh dan dikutip media Prancis tersebut. Dokumen itu menyebut waktu kemungkinan serangan besar Rusia kini dimajukan, dengan musim gugur 2027 menjadi salah satu skenario yang dipertimbangkan.

Dalam laporan tersebut, sejumlah infrastruktur strategis disebut berpotensi menjadi sasaran. Fasilitas yang dimaksud antara lain pembangkit dan jaringan listrik, jaringan perkeretaapian, sistem telekomunikasi, hingga fasilitas penyediaan air minum.

Alain Christienne, mantan wakil direktur intelijen militer Prancis, mengatakan kepada France Télévisions bahwa skenario serangan dapat melibatkan drone yang membawa bahan peledak. Drone tersebut disebut berpotensi diarahkan untuk menyerang fasilitas industri pertahanan Prancis.

Baca Juga: Kirim Logistik ke Papua, TNI AD Siapkan Dua Helikopter Baru Buatan Rusia

Namun, Christienne menilai akan menjadi tantangan untuk memastikan Rusia sebagai pihak yang berada di balik serangan apabila skenario tersebut benar-benar terjadi. Dia juga menyebut Prancis saat ini belum memiliki kemampuan untuk memberikan perlindungan penuh terhadap kemungkinan serangan semacam itu.

Laporan intelijen tersebut muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pertemuan tertutup dengan para kandidat presiden dan pemimpin partai politik pada Jumat. Pertemuan itu membahas apa yang disebut Macron sebagai peningkatan ancaman hibrida Rusia terhadap Prancis dan negara-negara Eropa.

Macron mengatakan pemerintah Prancis akan menyusun langkah untuk melindungi infrastruktur vital serta fasilitas sensitif yang berada dalam industri dan teknologi pertahanan nasional. Perlindungan tersebut akan mencakup potensi ancaman serangan drone maupun serangan siber.

Selain itu, pemerintah Prancis telah meminta para prefek membentuk tim keamanan dan pertahanan di wilayah masing-masing. Tim tersebut akan melibatkan kepolisian, badan intelijen, militer, otoritas pendidikan, sektor usaha, serta layanan darurat.

TERKINI

Load More
x|close