Ntvnews.id, Jawa Tengah -Kebakaran lahan seluas lima hektare di Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Kobaran api kemudian meluas akibat hembusan angin kencang di tengah puncak musim kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 21 September, mengatakan kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 20 September.
"Diduga terdapat warga yang sedang membakar sampah. Hembusan angin yang lumayan kencang serta cuaca kering membuat kobaran api cepat membesar dan meluas hingga menghanguskan lima hektare lahan," katanya.
Menerima laporan dari warga, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen langsung dikerahkan ke lokasi. Tim melakukan asesmen cepat sekaligus penanganan pemadaman bersama personel Damkar Mako dan warga sekitar.
Baca Juga: BNPB: Pemadaman Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Terus Dikebut, Terutama Kalbar dan Sumsel
Respons cepat tim gabungan membuat api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama. Kobaran api juga dapat dikendalikan sebelum merembet ke area permukiman penduduk.
Atas kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membuang puntung rokok secara sembarangan. Imbauan tersebut terutama berlaku saat musim kemarau dan kondisi angin kencang yang meningkatkan risiko terjadinya pembakaran terbuka.
BNPB turut meminta pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memperketat patroli terpadu, serta menyiagakan sarana dan prasarana pemadaman untuk mengantisipasi kejadian serupa di wilayah lain.
"Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap segera laporkan kepada aparat setempat, agar dapat segera dilakukan penanganan cepat," kata Berton.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi, Seorang warga berusaha memadamkan kebakaran lahan. (Antara)