Ntvnews.id, Seoul - Ledakan yang diduga dipicu ranjau terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang menjadi pemisah antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya tiga tentara Korsel mengalami luka-luka.
DMZ merupakan kawasan yang memisahkan kedua Korea di Semenanjung Korea sejak Perang Korea pada 1950-1953. Wilayah tersebut juga dikenal sebagai salah satu kawasan dengan konsentrasi ranjau darat terbanyak di dunia.
Dilansir dari AFP, Selasa, 22 September 2026, Seorang pejabat militer Korsel, mengatakan ledakan terjadi ketika pasukan menjalankan "operasi di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melibatkan Divisi Infanteri ke-25".
Yonhap TV melaporkan tiga tentara Korsel menjadi korban dalam kejadian tersebut. Ketiganya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Bersenjata untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Staf Gabungan militer Korsel (JCS) secara terpisah menyampaikan bahwa dua dari tiga tentara yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter.
Baca Juga: Korsel Siapkan 1.400 Lebih Peralatan Medis untuk Korea Utara
Sementara satu prajurit lainnya terlebih dahulu dipindahkan melalui jalur darat. Setelah itu, korban tersebut dievakuasi melalui udara menggunakan helikopter.
Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan. Namun, sejumlah laporan media Korsel menyebut insiden tersebut dipicu oleh ranjau yang berada di kawasan DMZ.
Hingga kini juga belum dapat dipastikan apakah ranjau yang meledak merupakan ranjau yang dipasang oleh pasukan Korut atau bagian dari ranjau milik militer Korsel.
Berdasarkan data militer yang dikutip Yonhap, diperkirakan terdapat sekitar 800 ribu ranjau yang tertanam di sepanjang Zona Demiliterisasi. Sebagian besar ranjau tersebut diperkirakan berasal dari era Perang Korea, meski pemasangan ranjau baru masih berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, setelah pemimpin Korut Kim Jong Un menetapkan Korsel sebagai "musuh utama" negaranya, pasukan Pyongyang melakukan pemasangan ranjau selama berbulan-bulan serta membangun sejumlah penghalang antitank di sepanjang perbatasan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat dan menutup perbatasan kedua negara secara permanen.
Ilustrasi - Ilustrasi ledakan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi (Antara)