Duel Korsel vs Korut di Asian Games

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 09:34
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi bendera Jepang dan Korea Utara. Ilustrasi bendera Jepang dan Korea Utara. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Pertandingan sengit tersaji dalam fase grup sepak bola putri Asian Games 2026 di Shizuoka, Jepang. Korea Utara dan Korea Selatan yang hingga kini masih secara teknis berada dalam kondisi perang harus berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 pada Senin, 21 September 2026.

Dilansir dari AFP, Selasa, 22 September 2026, Korea Utara lebih dulu membuka keunggulan pada babak pertama. Chae Un Yong mencatatkan namanya di papan skor melalui sontekan jarak dekat.

Korea Selatan merespons pada paruh kedua. Yun Su-jeong berhasil menyamakan kedudukan lewat penyelesaian yang apik setelah timnya meningkatkan tekanan selepas turun minum.

Pertandingan berlangsung di Shizuoka Stadium Ecopa, stadion yang memiliki kapasitas sekitar 50 ribu penonton dan pernah menjadi salah satu venue Piala Dunia 2002. Namun, duel kedua negara tersebut hanya dihadiri sedikit di atas 2.000 penonton.

Di antara para penonton, terlihat sejumlah pendukung Korea Utara mengenakan pakaian berwarna merah. Beberapa suporter juga menghiasi wajah mereka dengan gambar bendera negaranya dan membawa papan bertuliskan, "Ayo menang demi negara kita".

Baca Juga: Korea Utara Lakukan Gebrakan di Kala Keteganan Global

Rivalitas kedua negara turut terlihat dari intensitas permainan di lapangan. Pelanggaran bahkan terjadi ketika pertandingan baru berjalan kurang dari 30 detik.

Sepanjang pertandingan tercatat 27 pelanggaran. Tiga pemain Korea Selatan dan satu pemain Korea Utara juga menerima kartu dari wasit.

Suasana tegang tidak hanya terlihat selama pertandingan. Setelah laga berakhir, kedua kesebelasan hanya melakukan tos tanpa banyak interaksi. Para pemain juga tidak terlihat saling berbicara seusai peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Korea Selatan, Shin Sang-woo, mengakui para pemain mudanya merasakan tekanan mental ketika berhadapan dengan Korea Utara.

"Ini kali pertama para pemain muda kami bertanding melawan DPR (Korea) Utara dan mereka merasa gugup," ujar Shin, dikutip dari AFP.

Shin juga mengungkapkan tidak adanya jabat tangan antara dirinya dengan pelatih Korea Utara seusai pertandingan.

"Para pemimpin (Korea Utara) tidak melakukan jabat tangan. Itu sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Dalam pertandingan sepak bola ini, kami hanya perlu meraih hasil. Situasi politik tidaklah penting," tutur Shin.

Tim Korea Selatan selanjutnya dijadwalkan menghadapi Uzbekistan di babak perempat final.

Sementara itu, pelatih Korea Utara Pak Song Jin memilih tidak memperbesar rivalitas politik antara kedua negara. Ia menganggap pertandingan tersebut sebagai bagian dari kompetisi olahraga.

"Tidak ada yang istimewa. Ini hanyalah bagian dari sepak bola," kata Pak.

Hasil imbang 1-1 memastikan Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama melangkah ke babak perempat final Asian Games 2026.

Rivalitas kedua negara tersebut masih memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Perang Korea yang berlangsung pada 1950-1953 berakhir melalui gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Kondisi tersebut membuat kedua negara secara teknis masih berada dalam status perang hingga saat ini.

x|close