Moskow Diserang 1.600 Drone Ukraina, Rusia Janji Balas Kyiv

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 11:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Arsip foto - Tanda Arsip foto - Tanda (Antara)

Ntvnews.id, MoskowSerangan besar-besaran menggunakan drone Ukraina menyasar Moskow dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya dua orang meninggal dunia, sementara pemerintah Rusia menyatakan akan memberikan balasan.

Dilansir dari AFP, Selasa, 22 September 2026, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan pasukan Rusia telah mencegat dan menembak jatuh lebih dari 1.600 drone. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 drone disebut mengarah langsung ke wilayah Moskow.

Sobyanin menuding serangan tersebut berkaitan dengan upaya Ukraina mengganggu pelaksanaan pemilihan parlemen Rusia yang berlangsung selama tiga hari. Pemilu tersebut diperkirakan semakin memperkuat posisi politik Presiden Vladimir Putin yang telah berkuasa selama 26 tahun.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal melakukannya," ujar Sobyanin melalui Telegram.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky justru memberikan apresiasi terhadap serangan tersebut. Ia menyebut operasi jarak jauh Ukraina memberikan dampak besar di wilayah ibu kota Rusia.

"Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam." jelanya.

Baca Juga: Intelijen Prancis Sebut Serangan Besar Rusia Bisa Terjadi pada Musim Gugur 2027

Zelensky mengatakan serangan tersebut turut mengenai sejumlah fasilitas penting yang berkaitan dengan sektor energi dan logistik Rusia.

"Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor terkena serangan. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka," kata Zelensky.

Dua Orang Tewas

Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov melaporkan sedikitnya dua orang meninggal dunia akibat serangan tersebut. Korban terdiri dari seorang perempuan berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal di dua lokasi berbeda.

Serangan juga menyebabkan kebakaran setelah sebuah drone jatuh mengenai gedung 21 lantai. Sekitar 400 orang kemudian dievakuasi dari bangunan tersebut. Vorobyov tidak menjelaskan secara rinci asal drone yang menyebabkan kebakaran.

Di wilayah Kherson, Ukraina selatan yang berada di bawah pendudukan Rusia, sebuah bus juga menjadi sasaran serangan drone. Pihak berwenang setempat menyebut dua orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum.

Serangan drone berlangsung ketika Ukraina dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan operasi jarak jauh terhadap wilayah Rusia. Sasaran utama serangan tersebut antara lain infrastruktur energi yang menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Kremlin untuk membiayai perang yang kini memasuki tahun kelima.

Area kilang minyak di Moskow juga terdampak dalam serangan terbaru tersebut.

"Sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan," tambah Sobyanin.

Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow <b>(Istimewa)</b> Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow (Istimewa)

Meski terdapat kerusakan, Sobyanin menyatakan belum menerima laporan mengenai korban jiwa di lokasi kilang. Tim layanan darurat juga telah dikerahkan untuk menangani situasi.

Kilang minyak tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan terbaru terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah mencapai kesepakatan untuk tidak menyerang fasilitas energi milik masing-masing pihak.

Serangan juga berlangsung ketika warga Rusia mulai memberikan suara pada Jumat dalam pemilihan parlemen pertama sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Keputusan tersebut memicu perang yang telah menyebabkan ratusan ribu orang menjadi korban.

Partai-partai yang mendukung Putin dan operasi militer Kremlin menjadi pihak yang terdaftar dalam pemilihan tersebut. Rusia juga menggelar pemungutan suara di sejumlah wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan Moskow.

Meski kemenangan Partai Rusia Bersatu (United Russia) yang dipimpin Putin dinilai tidak banyak diragukan, pemilu kali ini menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat dukungan masyarakat terhadap perang.

Baca Juga: Jerman Perketat Keamanan Hadapi Ancaman Sabotase Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia menuding Ukraina berupaya "mengganggu kehendak demokratis warga Rusia" melalui serangan drone yang dilakukan saat pemilu berlangsung.

Moskow kemudian menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap sasaran militer di Ukraina sebagai respons.

"Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap target sipil di wilayah Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan mengintensifkan serangan berpresisi tinggi terhadap target militer di Kyiv," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Sobyanin sebelumnya menyebut serangan tersebut melibatkan sekitar 1.600 drone, dengan sekitar 450 di antaranya diarahkan ke Moskow.

Serangan tersebut disebut sebagai salah satu operasi drone terbesar yang menyasar Moskow sejak Rusia memulai invasi ke Ukraina pada 2022.

Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan kerusakan berupa lubang besar pada sebuah apartemen bertingkat di kawasan pinggiran Moskow. Foto lainnya menunjukkan kepulan asap hitam dari lokasi yang diduga merupakan fasilitas pengolahan minyak.

x|close