Ntvnews.id, Ankara - Sedikitnya 11 siswa terluka dalam penembakan yang terjadi di luar sebuah sekolah menengah di Provinsi Manisa, Turki, Selasa, 22 September 2026. Dua di antara korban dilaporkan mengalami kondisi kritis.
Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun ditangkap setelah diduga melepaskan tembakan di sekitar sekolah sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Penembakan berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Anatolia Inci Uzmez, Manisa, wilayah barat Turki.
"Ibu, ayah, dan kakek tersangka juga telah ditahan," kata Menteri Kehakiman Turki Ak?n Gürlek, dikutip dari BBC, Rabu, 23 September 2026.
Rekaman kamera pengawas menunjukkan seorang remaja yang diduga sebagai pelaku berjalan di jalan yang sepi sambil memeriksa senapan yang dibawanya. Senjata tersebut terlihat jelas, sementara remaja itu tampak berjalan dengan tenang tanpa terburu-buru.
Dalam rekaman lainnya, sosok yang diduga sebagai tersangka terlihat berlari meninggalkan lokasi sambil tetap membawa senjata. Remaja tersebut diketahui merupakan siswa di sekolah yang menjadi lokasi kejadian.
Baca Juga: Buntut Kejadian di Sekolah, Filipina Ajarkan Simulasi Hadapi Penembakan ke Siswa
Hingga kini, pihak berwenang masih belum mengetahui motif di balik penembakan tersebut.
Sesuai ketentuan hukum di Turki, remaja berusia 15 tahun itu harus terlebih dahulu menjalani proses di hadapan pengadilan sebelum dapat ditahan secara resmi.
Kementerian Pendidikan Turki menyebut insiden tersebut “sangat menyedihkan bangsa kami, khususnya komunitas pendidikan”. Kementerian juga mengerahkan tiga penyelidik nasional ke Manisa untuk menangani kasus tersebut.
Kasus di Manisa menjadi penembakan sekolah ketiga yang terjadi di Turki sepanjang 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah menangani sejumlah aksi kekerasan yang terjadi belakangan di negara tersebut.
Dua penembakan di sekolah yang terjadi pada April lalu dan menimbulkan korban jiwa memicu kemarahan publik di Turki. Peristiwa itu kemudian mendorong pemerintah menerapkan sejumlah langkah keamanan baru untuk tahun ajaran 2026-2027, termasuk memperketat pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata.
Sebelumnya, penembakan di lingkungan sekolah bukan merupakan fenomena yang umum terjadi di Turki.
Salah satu kasus terjadi di Kahramanmaras. Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan menewaskan sembilan siswa berusia 10 dan 11 tahun serta seorang guru. Pelaku kemudian tewas di lokasi kejadian.
Ilustrasi Penembakan