Ntvnews.id, Moskow - Rusia kembali melancarkan serangan ke Ukraina dengan menyasar salah satu jembatan utama di Kyiv. Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz tiba di ibu kota Ukraina untuk bertemu Presiden Volodymyr Zelensky.
Dilansir dari AFP, Senin, 5 Oktober 2026, alarm serangan udara berulang kali terdengar di berbagai wilayah Kyiv sepanjang pagi. Sirene bahkan masih berbunyi ketika Merz dan Zelensky melakukan pertemuan di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional. Gedung tersebut sebelumnya menjadi sasaran serangan drone Rusia pada Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Zelensky mengatakan kepada Merz bahwa masyarakat Kyiv menghadapi "siang dan malam yang mengerikan" akibat serangan Rusia yang terus berlangsung. Ia juga menyebut pasukan Rusia sebagai "orang-orang barbar sejati".
Merz turut mengecam serangan yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina.
"Kita bisa melihat betapa sia-sianya perang ini di tempat ini," ujar Merz.
"Serangan barbar terhadap penduduk sipil Ukraina ini harus dihentikan. Ini adalah kejahatan perang yang dilakukan setiap hari di sini," ungkapnya.
Baca Juga: Polandia Sebut Rusia Tak Punya Kekuatan untuk Serang NATO
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan serangan terbaru menyebabkan permukaan jalan di Jembatan Utara mengalami kerusakan. Jembatan tersebut merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan wilayah timur dan barat Kyiv melalui Sungai Dnipro.
Sejumlah jembatan lain di ibu kota Ukraina juga dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir.
Rekaman dan foto yang beredar di saluran pesan memperlihatkan sebuah rudal menghantam struktur jembatan hingga menimbulkan kobaran api ketika sejumlah kendaraan tengah melintas.
Saat tiba di Ukraina, Merz menegaskan bahwa Kyiv masih membutuhkan dukungan dari negara-negara Barat.
Ukraina "membutuhkan seluruh dukungan kita dalam beberapa minggu mendatang".
"Jika Rusia tidak dihentikan, mesin perangnya cepat atau lambat akan berbalik menyerang kita," tambahnya.
Pemerintah Ukraina diketahui terus meminta tambahan bantuan militer dari negara-negara Barat. Salah satu kebutuhan utama Kyiv adalah rudal pencegat canggih untuk menghadapi drone Rusia terbaru yang memiliki kecepatan tinggi dan menggunakan mesin jet.
Baca Juga: Putin Tolak Gencatan Senjata Serangan Jarak Jauh Rusia-Ukraina
Pada Minggu, Zelensky juga menyatakan akan ada "kesepakatan-kesepakatan penting" dalam pembicaraannya dengan Merz.
Sumber pemerintah Jerman mengatakan kedua negara diperkirakan menyepakati paket bantuan militer baru dengan nilai lebih dari 1 miliar dolar AS.
Paket tersebut disebut mencakup drone tempur dan teknologi satelit yang dapat membantu Ukraina mengidentifikasi serta menyerang lokasi peluncuran Rusia. Selain itu, kedua negara juga akan memperkuat kerja sama dalam produksi drone yang dirancang untuk menghadapi pesawat nirawak bertenaga jet.
"Dukungan ini mengatasi celah paling signifikan saat ini dalam sistem pertahanan udara Ukraina. Dampaknya diharapkan akan cepat dan nyata," ujar salah satu sumber.
Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. (Antara)