Menteri PPPA Soroti Pentingnya Kepemimpinan Perempuan ASEAN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 14:15
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (lima kiri) dalam penutupan acara 4th ASEAN Women Leaders Summit di Manila, Filipina. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (lima kiri) dalam penutupan acara 4th ASEAN Women Leaders Summit di Manila, Filipina. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya penguatan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan serta peningkatan kepemimpinan perempuan di kawasan ASEAN.

Hal itu disampaikan Arifah dalam penutupan 4th ASEAN Women Leaders Summit di Manila, Filipina. Ia menilai keterlibatan perempuan perlu diwujudkan dalam bentuk partisipasi nyata, bukan sekadar pemenuhan representasi dalam berbagai bidang.

"Indonesia berkomitmen penuh untuk memajukan kepemimpinan perempuan melalui kebijakan yang kuat dan aksi nyata. Untuk membangun komunitas ASEAN yang inklusif, kita harus merubah komitmen bersama menjadi pengaruh yang nyata dan berkelanjutan bagi perempuan dan anak perempuan. Indonesia melihat potensi besar dalam kerja sama ASEAN yang berakar pada kesetaraan, saling menghormati, dan saling belajar," ucap Menteri PPPA di Jakarta, pada Senin.

Menurut Arifah, perempuan perlu mendapat kesempatan yang setara untuk ikut menentukan arah masa depan kawasan. Karena itu, kepemimpinan perempuan dinilai perlu diperkuat di berbagai tingkatan dan sektor.

"Bersama-sama kita dapat memastikan perempuan di kawasan ASEAN memiliki kesempatan yang setara untuk membentuk masa depan kita bersama," tambahnya.

Baca Juga: Pembebasan Bechi, KemenPPPA soroti Perlindungan dan Keamanan Korban

Arifah juga menyoroti sejumlah bidang yang membutuhkan keterlibatan perempuan lebih besar, mulai dari aksi perubahan iklim, sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), hingga isu perdamaian dan keamanan perempuan atau Women, Peace, and Security (WPS).

"Mengangkat isu-isu kepemimpinan perempuan sangat krusial dan membutuhkan perhatian lebih besar di kawasan. Khususnya pada bidang terkait aksi iklim, STEM, perdamaian dan keamanan perempuan (Women, Peace, and Security/WPS), serta sektor-sektor non-tradisional lainnya. Melalui KTT ini, kita semakin menyadari bahwa keterlibatan perempuan tidak hanya sebatas representasi, tetapi harus berupa partisipasi bermakna dan mendukung kepemimpinan substansial di seluruh tingkatan dan sektor," pungkas Menteri.

Ia mengapresiasi Filipina yang menjadi Ketua ASEAN sekaligus tuan rumah 4th ASEAN Women Leaders Summit. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat dialog dan kerja sama mengenai kepemimpinan perempuan di kawasan.

Baca Juga: KemenPPPA Dorong Penanganan Kasus Kekerasan di OKI Tetap Berperspektif Gender

Arifah berharap hasil pertemuan tersebut dapat dilanjutkan melalui langkah konkret dan kolaborasi lintas negara. Komitmen bersama diharapkan dapat diterapkan dalam bentuk kebijakan, praktik, serta peluang kepemimpinan yang lebih inklusif.

Hasil pembahasan ASEAN Women Leaders Summit selanjutnya akan menjadi bagian dalam penyusunan draf Joint Ministerial Statement on Women's Leadership for Inclusive Prosperity yang akan ditindaklanjuti pemerintah.

(Sumber: ANTARA)

x|close