PM Jepang Sebut Penurunan Jumlah Penduduk sebagai Krisis Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Okt 2026, 09:06
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyoroti penurunan jumlah penduduk yang terus terjadi di negaranya. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang berkembang secara perlahan.

"Penurunan populasi adalah krisis nasional yang berkembang secara diam-diam," kata Takaichi, seperti dilansir dari AFP, Selasa, 6 Oktober 2026.

Takaichi berjanji pemerintah akan menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi persoalan tersebut hingga akhir tahun ini. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato kebijakan di hadapan parlemen Jepang pada Senin, 5 Oktober 2026.

Pemerintah Jepang nantinya akan merancang langkah untuk mengatasi tren penyusutan sekaligus penuaan populasi yang terus berlangsung.

Baca Juga: Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal Permanen bagi Warga Asing

Japan Today melaporkan, persoalan demografi Jepang semakin terlihat dalam hasil sensus 2025. Data tersebut menunjukkan jumlah penduduk Jepang turun sekitar 2,5 persen dibandingkan hasil sensus pada 2020.

Pada 2024, populasi Jepang tercatat berkurang 0,75 persen atau sebanyak 908.574 orang. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak pencatatan statistik dimulai pada 1968.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Jepang mencatat jumlah penduduk saat ini sekitar 120,6 juta jiwa. Angka tersebut turun cukup jauh dibandingkan 2009, ketika populasi Jepang masih mencapai 126,6 juta jiwa.

TERKINI

Houthi Serang Bandara dan Kilang Minyak Arab Saudi

Luar Negeri Selasa, 6 Okt 2026 | 09:55 WIB

Program Makanan Bergizi ala Trump di Sekolah AS Terkendala

Luar Negeri Selasa, 6 Okt 2026 | 09:50 WIB

Menteri Imipas Audit Dugaan Pungli Remisi

Viral Selasa, 6 Okt 2026 | 09:33 WIB

Presiden Iran Sebut Negosiasi dengan AS Tak Lagi Bermakna

Luar Negeri Selasa, 6 Okt 2026 | 09:30 WIB

Sadis! ART Bunuh Majikan Seorang Profesor di Sukabumi

Viral Selasa, 6 Okt 2026 | 09:24 WIB
Load More
x|close