Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya mengerahkan 11.261 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Aksi tersebut melibatkan massa dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, ribuan personel disiapkan khusus untuk pengamanan di kawasan Gedung DPR/MPR dan wilayah sekitarnya.
"Ya, untuk personel, jadi khusus untuk yang di area DPR/MPR dan sekitarnya, itu ada 11.261 personel," kata Onkoseno usai apel persiapan pengamanan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Onkoseno menjelaskan, pengamanan aksi melibatkan personel gabungan dari sejumlah unsur. Mereka terdiri atas Polda Metro Jaya, TNI, Pemprov DKI Jakarta, hingga pengamanan internal atau Pamdal DPR.
Selain mengamankan aksi di depan DPR/MPR, Polda Metro Jaya juga melakukan pengamanan terhadap sejumlah kegiatan penyampaian pendapat di lokasi lain.
Pengamanan juga disiapkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kompetisi olahraga dan kegiatan kesenian yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Adapun secara umum, terdapat juga sejumlah kegiatan penyampaian pendapat di titik-titik lain dan juga kegiatan masyarakat lainnya seperti kompetisi olahraga dan kegiatan kesenian yang juga dilakukan pengamanan oleh Polda Metro Jaya dan jajaran," ujarnya.
Onkoseno mengatakan, penempatan personel dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Pasukan disebar di kawasan Gedung DPR/MPR, sejumlah titik penyangga, jalur pergerakan massa, hingga lokasi yang membutuhkan pelayanan kepolisian.
"Pola pelayanan mengedepankan langkah persuasif dan humanis, dan tetap memastikan seluruh personel mengikuti arahan dan SOP yang sudah ditentukan, serta tidak bertindak di luar perintah maupun kewenangannya," ungkapnya.
Dia menegaskan, personel yang bertugas mengamankan aksi juga dilarang membawa senjata api, senjata tajam, maupun benda sejenis.
"Serta menjaga sikap-sikap humanis," sambungnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi, kepolisian menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Kepolisian juga mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, masyarakat yang melintas di sekitar kawasan DPR/MPR diminta memantau perkembangan lalu lintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
"Bagi masyarakat umum yang akan melintas di sekitar kawasan DPR/MPR, diimbau untuk mengikuti informasi lalu lintas terkini dan mematuhi arahan petugas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar. Masyarakat juga bisa mengikuti akun media sosial Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya," katanya.
Onkoseno menegaskan, kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran aparat, kata dia, ditujukan untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib tanpa mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.
Demo buruh di Jalan Mh Thamrin, depan gedung UOB membubarkan diri (Ntvnews.id/Adiansyah)