Sudaryono: Temuan Faktual Ombudsman Sangat Membantu Perbaikan MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 05:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ombudsman Kunjungi BGN Ombudsman Kunjungi BGN (BGN)

NTVNews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menyebut temuan faktual Ombudsman Republik Indonesia (RI) terkait penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai masukan penting bagi proses pembenahan program.

Temuan dari lapangan tersebut dinilai dapat menjadi dasar bagi BGN untuk mengevaluasi berbagai persoalan sekaligus memperbaiki tata kelola MBG secara lebih menyeluruh.

Katanya, penyelenggaraan program berskala nasional seperti MBG membutuhkan mekanisme pengawasan dan evaluasi yang kuat. Karena itu, BGN terus membuka ruang bagi berbagai masukan, baik yang datang dari masyarakat maupun lembaga negara yang memiliki fungsi pengawasan. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Ombudsman di Kantor BGN pada Selasa, 6 Oktober 2026. 

Ia mengatakan BGN tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai pengawasan yang dilakukan Ombudsman memiliki arti penting karena menghasilkan temuan yang berasal dari kondisi faktual. Bagi BGN, fakta di lapangan merupakan salah satu dasar penting dalam menentukan langkah perbaikan.

"Kalau dengan Ombudsman, ini adalah lembaga pemerintah. Temuannya adalah temuan faktual, apakah itu pengaduan, termasuk juga melakukan investigasi. Menurut saya, ini sangat membantu kami," ujar Sudaryono.

Saat ini, BGN juga menerima berbagai pengaduan melalui sejumlah kanal. Masukan yang masuk mencakup beragam persoalan dalam penyelenggaraan MBG, termasuk yang berkaitan dengan mitra, yayasan, insentif, maupun persoalan lainnya.

 Ombudsman Kunjungi BGN <b>(BGN)</b> Ombudsman Kunjungi BGN (BGN)

"BGN menerima banyak sekali masukan. Kami juga menerima pengaduan melalui email, melalui PO Box, termasuk melalui saluran WhatsApp, melalui banyak saluran. Banyak persoalan yang masuk, persoalan mitra, yayasan, insentif, dan lain sebagainya. Yang penting, masukan-masukan ini kami terima," jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan terhadap pengaduan tidak semata-mata bertujuan menyelesaikan persoalan yang muncul satu per satu. Lebih dari itu, setiap temuan perlu dianalisis untuk menemukan akar persoalan dan menghasilkan perbaikan tata kelola yang dapat diterapkan secara lebih luas.

"Kami memang sedang melakukan perbaikan tata kelola. Tata kelola sistemnya, orangnya, pengawasannya, kemudian juga bagaimana kita mem-follow up pengaduan. Kita perbaiki semua," tegasnya.

Ia pun menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman RI. Mas Dar menilai sinergi kedua lembaga penting untuk memastikan setiap temuan dapat menjadi bagian dari proses perbaikan tata kelola MBG secara berkelanjutan.

"Intinya, kami siap mem-follow up. Kami siap untuk semua rekomendasi. Kalau ada temuan faktual di lapangan, satu atau dua dapurnya tidak benar, orangnya tidak benar, apa pun itu, kami siap untuk mem-follow up," ujarnya.

Sudaryono lantas menekankan pentingnya mengolah temuan tersebut menjadi pembelajaran yang dapat memperkuat sistem secara keseluruhan untuk mencegah persoalan serupa terulang kembali.

Melalui pertukaran informasi dan sinergi dengan Ombudsman RI, pengawasan, kajian, serta tindak lanjut atas rekomendasi, BGN berkomitmen memastikan setiap masukan yang bersifat faktual dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan program.

x|close