Viral Jadi Khatib Jumat di Mabes Polri, Kapolri Suyudi Ingatkan Bahaya Kesombongan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 06:34
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Jadi Khatib Jumat di Mabes Polri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Jadi Khatib Jumat di Mabes Polri (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan akhlak mulia, khususnya bagi orang-orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan. Menurutnya, pangkat, kedudukan, dan kekayaan merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan serta dipertanggungjawabkan dengan baik.

Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat bertindak sebagai khatib Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Dalam khutbahnya, Suyudi mengingatkan bahwa jabatan, pangkat, kekuasaan, maupun harta tidak boleh membuat seseorang merasa lebih unggul dibandingkan orang lain.

"Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana," pesan Kapolri kepada para jamaah.

Ia menjelaskan, segala sesuatu yang dimiliki manusia pada dasarnya merupakan titipan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap nikmat yang diterima harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk membantu orang lain, bukan justru menjadi alasan untuk menyombongkan diri.

Baca Juga: Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

Suyudi juga mengajak umat Islam untuk menjauhi sifat angkuh, menghargai sesama, serta memanfaatkan jabatan sebagai sarana memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban. Tanggung jawab tersebut mencakup sikap bijaksana, kepedulian terhadap orang lain, hingga kemampuan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khutbahnya, Kapolri turut menekankan bahwa kerendahan hati perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Keimanan seseorang, menurutnya, tidak hanya tercermin dari pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari sikap dan tindakan nyata terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan kerja, keluarga, hingga masyarakat luas.

Kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian menjadi prinsip penting yang harus menyertai setiap pelaksanaan amanah. Terlebih bagi mereka yang memiliki tanggung jawab besar, termasuk pejabat publik, agar kewenangan yang dimiliki tidak membuat mereka kehilangan kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas tersebut berlangsung pada pukul 11.50 hingga 12.50 WIB. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan di lingkungan Mabes Polri.

Melalui khutbah tersebut, para jamaah diajak untuk terus memperbaiki diri, menghindari kesombongan, dan menghormati setiap orang tanpa memandang pangkat maupun kedudukan.

Kemuliaan seseorang tidak semata-mata diukur dari jabatan atau kekayaan yang dimiliki. Akhlak, ketulusan hati, serta cara memperlakukan orang lain juga menjadi bagian penting yang mencerminkan kualitas pribadi seseorang.

Pesan Kapolri tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya berkaitan dengan kewenangan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral. Kerendahan hati dan kepedulian menjadi landasan agar jabatan yang diemban benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, setiap amanah perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disertai rasa syukur dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

x|close