Prabowo Fokus Tangani Kebakaran di Enam Provinsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 19:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus pemerintah adalah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, karena menjadi habitat satwa yang harus dilindungi.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan, Presiden telah menerima laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai wilayah-wilayah yang menjadi konsentrasi penanganan karhutla.

"Dari Bapak Presiden ada laporan dari Kepala BNPB itu ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatera Selatan. Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah itu adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional karena memang ini harus dilindungi karena ada satwa di situ," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Baca Juga: Respons Menko Dudung Soal Asap Karhutla yang Disebut Ganggu Negara Tetangga

Menurut Dudung, pemadaman karhutla dilakukan melalui operasi udara dan darat. Namun, pelaksanaan operasi udara menghadapi kendala akibat kepulan asap yang terlalu tebal sehingga menyulitkan helikopter menjangkau titik-titik kebakaran.

"Dan kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat. Karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi darat tetap dilakukan meskipun sejumlah lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan maupun alat berat. Kondisi geografis dan keberadaan satwa liar di kawasan tertentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Dudung mencontohkan kondisi di Kalimantan Tengah, khususnya kawasan yang menjadi habitat satwa liar. Karena itu, penanganan kebakaran di wilayah tersebut perlu mempertimbangkan keselamatan petugas sekaligus perlindungan ekosistem.

"Operasi daratnya begini, operasi darat itu, ya pemadaman dari darat artinya kan banyak daerah-daerah yang sulit terjangkau. Tadi laporan dari Pangdam di Kalimantan Tengah, karena disitu ada satwanya, kemudian juga ya itu ada buaya, masih ada harimau, jadi itu sulit ya untuk dilakukan," kata Dudung.

Terkait perkembangan penanganan, ia menyebut luas area yang masih tercatat dalam laporan harian mencapai sekitar 692 hektare. Pemerintah terus mengupayakan pemadaman sekaligus mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas.

"Per hari itu hanya sekitar 692 hektare dan ini terus diupayakan termasuk upaya-upaya operasi mitigasi termasuk cuaca juga dikendalikan oleh BMKG dan mudah-mudahan ini akan cepat ratasi," tuturnya.

Dudung menegaskan, Presiden mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari prajurit TNI dan Polri hingga unsur lainnya. Pemerintah juga mengupayakan penanganan secara maksimal agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

"Intinya adalah beliau sangat mengapresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat di dalam pemadaman," ujar Dudung.

Presiden, lanjut dia, menargetkan penanganan karhutla dapat diselesaikan secepat mungkin. Meski demikian, pemerintah belum berencana menetapkan karhutla sebagai bencana nasional karena penanganannya dinilai masih mampu dilakukan.

"Belum, masih mampu kita menangani," katanya saat ditanya mengenai kemungkinan penetapan status bencana nasional.

x|close