Ntvnews.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kelima tersangka tersebut keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 16.48 WIB. Mereka terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna jingga milik lembaga antirasuah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa penyidik telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Namun, identitas para tersangka tersebut belum diumumkan kepada publik.
“Setelah penyelidikan perkara ini diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose tadi malam, kemudian penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Para tersangka tersebut selanjutnya tentu akan dilakukan penahanan, sedangkan pihak-pihak yang sampai dengan saat ini status hukumnya sebagai saksi dapat kembali,” ucap Budi.
Baca Juga: Sestama BNPB Rustian Tak Ditahan usai Diperiksa KPK
Sebelumnya, KPK mengungkapkan telah menggelar OTT di lingkungan BNPB pada Selasa, 13 Oktober 2026. Operasi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa serta dana siap pakai untuk penanganan kebencanaan.
Dalam operasi itu, KPK menangkap 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian. Sebanyak 13 orang lainnya terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK) di BNPB dan pihak swasta.
“Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini,” kata Budi.
Sementara itu, Rustian telah menyelesaikan pemeriksaan pada Rabu siang, 14 Oktober 2026. Ia meninggalkan Gedung Merah Putih KPK tanpa mengenakan rompi tahanan.
(Sumber: Antara)
Tahanan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan di linglungam BNPB keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (Antara)