BGN dan HKTI Perkuat Produksi Pangan Lokal untuk Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 18:30
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono dalam kunjungannya ke Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026 untuk memastikan penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari peternak dan petani lokal. Kepala BGN Sudaryono dalam kunjungannya ke Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026 untuk memastikan penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari peternak dan petani lokal. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri guna memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan daerah demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala BGN sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI Sudaryono menekankan bahwa kerja sama tersebut penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

"Keberhasilan MBG turut ditopang oleh kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan dan meningkatkan produktivitas pangan nasional. Pelaksanaan MBG perlu terus dikembangkan dengan tata kelola yang baik, pengadaan bahan pangan yang transparan, serta keterlibatan produsen lokal," kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Saat berkunjung ke Aceh pada Selasa, 13 Oktober 2026, Sudaryono menyoroti peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut. Menurut dia, hasil tersebut didukung oleh perbaikan sistem irigasi, penyediaan pompa air, pupuk, dan benih.

Baca Juga: Wamendes Tegaskan Pentingnya Peran HKTI dalam Pembangunan Desa

Intervensi di sektor pertanian itu dinilai membantu petani meningkatkan produktivitas lahan serta frekuensi panen. Bahkan, wilayah yang sebelumnya hanya mampu panen sekali dalam setahun dapat meningkatkan hasil produksinya.

"Upaya serupa perlu terus diperkuat agar pasokan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino," ujar dia.

Sudaryono menambahkan, pemenuhan kebutuhan pangan untuk MBG perlu ditopang produksi domestik yang memadai, baik untuk sumber karbohidrat maupun protein hewani. Selain beras dan jagung, ketersediaan telur, daging ayam, ikan, serta susu juga menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Keterlibatan petani dan peternak lokal, menurutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan program tersebut. Penguatan produksi di daerah yang disertai perbaikan rantai pasok diharapkan dapat menghubungkan peningkatan gizi masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi sektor pangan.

Baca Juga: BGN Wajibkan 80 Persen Susu MBG dari Peternak Lokal

Melalui kolaborasi BGN dan HKTI, potensi pertanian serta peternakan daerah diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Aceh juga diharapkan berkontribusi sebagai salah satu wilayah penyangga pangan Indonesia, termasuk dalam memasok kebutuhan bahan pangan bagi program pemerintah.

Sudaryono menegaskan bahwa program pemenuhan gizi tidak hanya diharapkan memberikan manfaat bagi anak-anak sebagai penerima MBG, tetapi juga mendukung petani dan peternak yang berperan dalam produksi pangan nasional.

(Sumber: Antara)

x|close