Bantu Atasi Karhutla, Malaysia Kirim Tiga Helikopter dan 52 Personel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 16:57
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Polkam Dudung Abdurachman (tengah) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono (kedua kanan), Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan (kedua kiri), dan Kepala BRIN Arif Satria (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai menggelar rapat koordinasi tentang situasi terkini bidang politik dan keamanan di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026). Rapat tingkat kementerian dan lembaga tersebut membahas tentang perkembangan penanganan karhutla serta beragam isu politik yang sedang berkembang saat ini. Menko Polkam Dudung Abdurachman (tengah) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono (kedua kanan), Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan (kedua kiri), dan Kepala BRIN Arif Satria (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai menggelar rapat koordinasi tentang situasi terkini bidang politik dan keamanan di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026). Rapat tingkat kementerian dan lembaga tersebut membahas tentang perkembangan penanganan karhutla serta beragam isu politik yang sedang berkembang saat ini. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, mengumumkan bahwa Pemerintah Malaysia telah menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dengan mengerahkan sebanyak 52 personel beserta tiga unit helikopter.

“Kemarin juga ada dari Malaysia akan memberikan bantuan tiga heli, kemudian 52 personel,” ujar Dudung saat menggelar jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 19 Oktober 2026.

Dudung menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas uluran tangan serta bantuan yang diberikan oleh negara tetangga tersebut. Menurutnya, pemerintah Indonesia senantiasa terbuka dan menghargai setiap tawaran kerja sama kemanusiaan maupun penanggulangan bencana dari negara lain.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap perlu membahas aspek teknis secara matang terkait tata cara pengiriman serta operasional bantuan asing tersebut di lapangan. Pasalnya, proses pemadaman di wilayah terdampak karhutla melibatkan berbagai dinamika operasional.
 

“Nanti teknis di lapangan ini juga banyak kendala-kendala, ya, masalah distribusi BBM dan sebagainya. Itu tidak serta-merta hanya alutsista,” jelas Dudung.

Oleh karena itu, persiapan teknis yang komprehensif sangat diperlukan agar bantuan dari negara sahabat dapat terintegrasi secara optimal dengan operasi pemadaman yang sedang dilakukan oleh pemerintah di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan lampu hijau dan menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk mengatasi karhutla di berbagai wilayah Tanah Air.

Ia menuturkan bahwa rincian mekanisme penyaluran bantuan tersebut saat ini tengah dimatangkan pada level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Itu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,” kata Arrmanatha seusai menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Arrmanatha menambahkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian yang sangat serius terhadap krisis karhutla mengingat dampak luas yang ditimbulkannya terhadap berbagai daerah maupun kawasan regional.
 

Sebagai langkah penanggulangan dalam negeri, pemerintah sebelumnya telah mengerahkan sebanyak 60.177 personel gabungan hingga 13 Oktober lalu. Kekuatan ini melibatkan unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan daerah, serta unsur relawan. Sejumlah armada utama seperti helikopter dan pesawat juga telah diterjunkan secara masif untuk melakukan operasi pemadaman lewat jalur udara menggunakan metode water bombing serta penerapan teknologi operasi modifikasi cuaca.

“Langkah-langkah yang telah dilakukan Indonesia sangat kuat ya. Ini menunjukkan komitmen kita untuk segera menyelesaikan masalah ini,” tegas Arrmanatha.

Sebelumnya, rencana bantuan ini bermula ketika Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, menyampaikan tawaran resmi kesiapan Malaysia untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 18 September lalu. Dalam komitmen tersebut, Malaysia berencana mengerahkan satu unit pesawat, tiga helikopter, serta 52 personel pemadam kebakaran.

Presiden Prabowo sendiri menilai bahwa dukungan yang diberikan oleh negara-negara sahabat mencerminkan kesadaran bersama bahwa isu kebakaran hutan bukan sekadar persoalan domestik Indonesia semata, melainkan masalah lingkungan hidup lintas batas.

“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” pungkas Presiden Prabowo.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close