Dudung Pastikan Indonesia Masih Mampu Tangani Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 16:52
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Polkam Dudung Abdurachman saat jumpa pers di kantor Menko Polkam, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026) Menko Polkam Dudung Abdurachman saat jumpa pers di kantor Menko Polkam, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa negara masih memiliki kapasitas dan kesiapan penuh untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dudung saat merespons pertanyaan awak media mengenai kemungkinan peningkatan status darurat karhutla menjadi bencana nasional, usai menggelar jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 19 Oktober 2026.

“Masalah penetapan bencana nasional, negara kita masih sanggup,” ujar Dudung.

Menurutnya, seluruh unsur pemerintah mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hingga berbagai instansi terkait lainnya masih berada dalam kondisi yang sangat memadai dan sigap dalam menanggulangi karhutla di berbagai daerah.
 

Kendati demikian, sikap optimis dan kesiapan mandiri tersebut tidak lantas membuat Indonesia menutup diri dari tawaran uluran tangan maupun solidaritas yang datang dari negara-negara sahabat. Pemerintah tetap menyambut baik dan sangat menghargai setiap bentuk kerja sama internasional.
 
Namun, ia mengingatkan bahwa setiap rencana pengiriman bantuan dari luar negeri memerlukan pembahasan yang mendalam dan terperinci, khususnya terkait aspek teknis operasional di lapangan agar selaras dengan kondisi di wilayah terdampak.

“Nanti teknis di lapangan ini juga banyak kendala-kendala, ya, masalah distribusi BBM dan sebagainya. Itu tidak serta-merta hanya alutsista,” jelas Dudung.

Oleh sebab itu, pemerintah memandang pentingnya persiapan teknis yang matang sebelum mengintegrasikan bantuan asing, sehingga kehadiran unsur dari negara sahabat tersebut dapat berkolaborasi secara efektif dan maksimal dengan satuan tugas yang sudah bekerja di garis depan pemadaman karhutla.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close