Prabowo Bakal Resmikan Sekolah Rakyat Permanen di Makassar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 13:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo ikut santap MBG di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 di Tabanan, Bali. Presiden Prabowo ikut santap MBG di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 di Tabanan, Bali. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk meresmikan 100 Sekolah Rakyat permanen Tahap II yang dibangun pemerintah di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telah meminta Prabowo hadir untuk meresmikan gedung-gedung sekolah tersebut sekaligus menerima laporan mengenai perkembangan penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.

“Kami mengundang bapak Presiden untuk bisa mendapatkan laporan secara langsung tentang perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, dan kita harapkan meresmikan gedung permanen Sekolah Rakyat yang sudah dibangun,” ujarnya usai Apel Santiaji kepada media, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Gus Ipul menjelaskan, sebanyak 100 Sekolah Rakyat yang masuk tahap kedua tersebut telah menyelesaikan proses pembangunan. Sejumlah sekolah bahkan sudah mulai digunakan, sementara lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

“Proses pembangunan sudah selesai, beberapa di antaranya sudah digunakan, sebagian lagi sementara proses penyelesaian yang jumlahnya 100 yang bisa menampung lebih dari 1.000 siswa,” sebutnya.

Meski demikian, ia menegaskan jadwal peresmian masih menunggu kepastian dari agenda resmi Presiden. “Rencananya hari Rabu, tapi kami tunggu agenda resmi Presiden,” tukasnya.

Baca Juga: Seskab Teddy Diam-diam Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang Jelang Waktu Istirahat Malam

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden <b>(Antara)</b> Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden (Antara)

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah meninjau sejumlah lokasi Sekolah Rakyat di Makassar, termasuk kawasan GOR Sudiang yang direncanakan menjadi tempat peresmian. Ia juga memeriksa kondisi fasilitas sekolah di Makassar dan Kabupaten Barru.

Dody mengatakan koordinasi dengan Kementerian Sosial terus dilakukan untuk memastikan kekurangan dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera ditangani.

“Saya hampir tiap minggu saya koordinasi sama Pak Mensos, apa yang kurang-kurang segala macam nanti kita bantu bereskan. Termasuk kemarin kan ada permintaan untuk bikin akses ke sebelah itu, ke tempat peresmian (GOR Sudiang),” ungkap Dody di Makassar.

Saat meninjau Sekolah Rakyat di Barru, Dody menemukan beberapa bagian bangunan yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, terdapat perbedaan kualitas pengerjaan dibandingkan dengan fasilitas sekolah di Makassar karena dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda.

“Saya sempat ke Barru, memang kalau Barru masih agak tertinggal daripada sini. Kan lain kontraktor, kualitasnya juga agak sedikit beda, tapi kita upayakan maksimal enggak terlalu terlalu drastis lah,” ungkap Dody.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah kemiringan lantai yang kurang memadai sehingga air dapat menggenang. Kementerian PU meminta agar bagian tersebut segera diperbaiki, bersama sejumlah pekerjaan bangunan lain yang belum rampung.

“Ada beberapa hal tadi yang saya sarankan untuk diperbaiki, ada kritik dari tenaga pendidik di situ. Misalnya lantainya kurang miring sehingga kemudian air menggenang dan susah lah. Itu nanti akan diperbaiki. Beberapa bangunan yang di Barru itu mesti diselesaikan secepatnya gitu,” terang Dody.

Kendati masih terdapat sejumlah kekurangan, Dody menilai fasilitas Sekolah Rakyat secara umum sudah baik. Ia menyebut penyediaan fasilitas tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera.

“Tapi secara keseluruhan bagus, baik. Ini benar-benar menunjukkan kepada kita semua bahwa keinginan Pak Presiden Prabowo itu untuk memuliakan keluarga prasejahtera itu benar-benar serius karena diberikan fasilitas yang nomor satu,” tambahnya.

Baca Juga: AHY: Sekolah Rakyat Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan di Papua

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdialog dengan orang tua dan siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan di Bali, Minggu (7/6/2026) ANTARA/Prisca Triferna <b>(Antara)</b> Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdialog dengan orang tua dan siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan di Bali, Minggu (7/6/2026) ANTARA/Prisca Triferna (Antara)

Selain menyelesaikan pembangunan tahap kedua, Kementerian PU tengah mengupayakan tambahan anggaran untuk memperluas pembangunan Sekolah Rakyat pada tahap ketiga.

Dody menyampaikan, rencana awal pembangunan tahap ketiga mencakup sekitar 60 sekolah. Namun, pemerintah berusaha meningkatkan jumlah tersebut menjadi 100 sekolah melalui penambahan anggaran.

“Kalau gelombang ketiga SR (Sekolah Rakyat) ini baru ada sekitar 60-an, kita lagi mengupayakan ada tambahan dana dari Pak Presiden menjadi 100. Tapi, ini lagi berproses semua, ya,” ujar Dody.

Sambil menunggu keputusan mengenai tambahan dana, pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan 60 sekolah yang telah direncanakan. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2027.

“Sementara kita fokus 60 dulu. Nah, itu akan kita kerjakan dan targetnya selesai pada Juni 2027. Pokoknya target Pak Presiden 1 kabupaten 1 Sekolah Rakyat, sebelum 2029 insyaallah bisa kita capai bersama-sama,” kata Dody.

**Sulawesi Selatan Direncanakan Memiliki Tujuh Sekolah Rakyat**

Di Sulawesi Selatan, pemerintah merencanakan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat yang tersebar di Kabupaten Gowa, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Pinrang, Luwu, Toraja Utara, Enrekang, dan Luwu Timur.

Dody mengatakan perluasan pembangunan Sekolah Rakyat bertujuan memperbesar akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Sulsel (dapat) 7, jadi inilah gambaran Pak Presiden itu benar-benar beliau menyiapkan Indonesia Emas 2045 salah satunya pondasinya ini sekolah rakyat makanya adik-adik kita dari yang pra sejahtera disekolahkan,” sebutnya.

x|close