Trump Berencana Hentikan Bantuan Militer Rp72 Triliun ke Israel, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan rencana pemerintahannya untuk menghentikan pemberian bantuan militer senilai USD4 miliar atau sekitar Rp72,49 triliun kepada Israel pada akhir tahun ini. Trump menilai negara tersebut sudah tidak lagi membutuhkan dukungan finansial dari Washington.

Berdasarkan nilai tukar USD1 yang setara dengan Rp18.123, total bantuan sebesar USD4 miliar tersebut bernilai sekitar Rp72,492 triliun.

"Ini adalah bahan perdebatan yang buruk, karena ketika seseorang bertanya, 'Mengapa kita tidak memberikan USD 4 miliar kepada semua pihak?'-Israel adalah prioritas utama kita; kita memberikan lebih banyak kepada mereka dibandingkan pihak mana pun, padahal mereka tidak lagi membutuhkannya," ujar Trump, dikutip dari CNN International, Rabu, 4 November 2026.

Selama ini, Amerika Serikat mengalokasikan bantuan militer tahunan sebesar USD3,8 miliar untuk Israel berdasarkan nota kesepahaman bilateral berdurasi 10 tahun. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 2018 dan dijadwalkan berakhir pada 2028.

Melalui skema tersebut, Israel dapat memanfaatkan dana bantuan untuk membeli berbagai kebutuhan persenjataan dari Amerika Serikat. Dengan demikian, sebagian besar dana yang dialokasikan pada akhirnya kembali mengalir kepada perusahaan-perusahaan produsen senjata AS.

Baca Juga: Netanyahu Desak Trump Kembali Serang Iran Usai Pemilu Sela AS

Trump menjelaskan, pemerintahannya tetap bersedia memberikan bantuan apabila Israel masih membutuhkannya. Namun, ia mengungkapkan telah "mencapai kesepakatan" dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait persoalan tersebut.

Pernyataan Trump muncul sekitar satu pekan setelah pelaksanaan pemilihan umum di Israel. Dalam kontestasi politik tersebut, Presiden AS itu sebelumnya menyatakan dukungan penuh kepada Netanyahu.

Trump bahkan menggambarkan Netanyahu sebagai "tipe mitra yang diharapkan Amerika Serikat dari Israel-sebuah negara yang telah menerima begitu banyak dukungan dari AS."

Rencana penghentian bantuan tersebut menjadi sinyal perubahan kebijakan Washington terhadap Tel Aviv. Jika benar-benar direalisasikan, keputusan itu berpotensi mengurangi salah satu sumber utama dukungan militer Amerika Serikat bagi Israel.

CNN melaporkan, komunikasi terakhir yang diketahui antara Trump dan Netanyahu berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Namun, belum terdapat informasi apakah kedua pemimpin tersebut kembali melakukan komunikasi setelah percakapan terakhir itu.