15 Konser Besar Ajukan Diri di JIS, Pemprov DKI Genjot Akses Transportasi dan Tambah Peron KRL

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 10:30
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Stadion Internasional Jakarta (Jakarta International Stadium/JIS) di Jakarta Utara semakin diminati para promotor hiburan tanah air maupun internasional. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 15 pengajuan konser berskala besar yang dijadwalkan atau berminat untuk digelar di stadion bertaraf internasional tersebut.

Pramono menjelaskan, meningkatnya daya tarik JIS tidak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam membenahi infrastruktur dan konektivitas transportasi di sekitar kawasan stadion. Masalah kemacetan yang sebelumnya menjadi kendala utama kini diklaim telah berangsur teratasi.

"Kenapa JIS sekarang ini menjadi menarik? Karena problem transportasinya yang dulu menjadi handicap kemacetan, setelah dilakukan perbaikan, dihubungkan dengan Ancol, kemudian juga KRL ada," ujar Pramono di Jakarta, 6 November 2026.

Baca Juga: Pramono Ajak Kota Asia-Pasifik Bersatu Hadapi Tantangan Perkotaan

Sebagai langkah lanjutan untuk memperlancar mobilitas penonton, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menambah fasilitas infrastruktur rel di kawasan tersebut. Pemprov DKI akan membangun tambahan peron Kereta Rel Listrik (KRL) guna mengantisipasi kepadatan saat acara-acara akbar berlangsung.

"Sebentar lagi peron untuk KRL di JIS kita bangun satu sisi lagi menjadi dua sisi," jelasnya.

Pramono menambahkan, perbaikan tata kelola transportasi ini juga merujuk pada pengalaman sukses penyelenggaraan konser grup band Dewa 19 di JIS baru-baru ini. Dirinya bahkan menyempatkan diri untuk hadir langsung pada hari kedua konser guna memantau kondisi arus lalu lintas dan kesiapan infrastruktur di lapangan.

Dari pemantauan tersebut, ia menilai bahwa penanganan moda transportasi dan kelancaran arus lalu lintas penonton sudah berjalan jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut, kata dia, juga mendapat banyak apresiasi positif dari para penonton yang membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

"Saya ingin melihat mengenai itu memang betul apa transportasi atau kemacetannya tertangani dengan baik dan itu juga tergambar dari teman-teman yang nonton. Mereka di medsosnya memberikan apresiasi terhadap hal itu," tuturnya.

Selain lonjakan minat dari industri musik, aset milik Pemprov DKI Jakarta ini juga mulai dilirik oleh korporasi swasta terkait hak penamaan stadion atau naming rights.

Kendati demikian, Pramono masih enggan membeberkan identitas pihak-pihak mana saja yang telah mengajukan penawaran komersial tersebut.

"Yang jelas, sekarang ini sudah ada beberapa, saya tidak menyebutkan dulu ya, sudah ada beberapa yang mengajukan naming rights untuk JIS," pungkasnya.

Dengan semakin matangnya integrasi moda transportasi publik seperti KRL, akses jalan tol, serta koneksi kawasan Ancol, JIS diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai stadion sepak bola utama, tetapi juga sebagai pusat hiburan dan destinasi wisata konser mandiri kelas dunia di Ibu Kota.