Bank Prancis Diserang Hacker, Uang Rp2 Triliun Ludes Dibobol

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 11:26
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi hacker. (Shutterstock) Ilustrasi hacker. (Shutterstock)

Ntvnews.id, Paris - Serangan siber menargetkan Crédit Mutuel Arkéa, salah satu bank besar asal Prancis. Peretas diduga berhasil membobol sistem keamanan bank tersebut dan mencuri dana korporasi senilai USD133 juta atau setara sekitar Rp2 triliun.

Dilansi dari Reuters, Jumat, 6 November 2026, dana yang menjadi sasaran pencurian tersebut bukan berasal dari rekening nasabah, melainkan milik sejumlah perusahaan atau korporasi.

Pihak bank memastikan insiden tersebut tidak memengaruhi dana maupun aset milik nasabah. Meski demikian, serangan itu sempat mengakibatkan keterlambatan dalam pemrosesan sejumlah transaksi transfer.

Saat ini, Crédit Mutuel Arkéa tengah berupaya mengidentifikasi dampak kerugian sekaligus memulihkan dana yang diduga dicuri. Bank yang berkantor pusat di wilayah Brittany, Prancis, tersebut belum mengungkap secara terperinci waktu maupun metode yang digunakan peretas untuk melancarkan aksinya.

“Tim kami masih terus bekerja untuk menilai secara tepat dampak finansial dari serangan ini,” tulis manajemen Crédit Mutuel Arkéa.

Baca Juga: Cek Fakta: Purbaya Sewa Hacker untuk Bobol Data DPR

Manajemen Crédit Mutuel Arkéa menegaskan bahwa serangan siber tersebut tidak menyentuh aset milik nasabah. Dampak yang ditimbulkan sejauh ini hanya berupa keterlambatan pemrosesan sejumlah transaksi perbankan.

“Insiden ini tidak berdampak pada aset (nasabah) dan hanya menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan sejumlah transfer,” tambah manajemen.

Bank tersebut menyatakan serangan siber telah berhasil dikendalikan. Pihaknya juga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas berwenang setelah aktivitas mencurigakan teridentifikasi.

Sebagai informasi, Crédit Mutuel Arkéa merupakan bagian dari Grup Crédit Mutuel dan termasuk salah satu perusahaan jasa keuangan besar di Prancis.

Bank ini melayani sekitar 5,8 juta nasabah dengan total aset mencapai 211,5 miliar euro atau setara USD238 miliar.

Kendati memiliki skala bisnis yang besar, posisi Crédit Mutuel Arkéa masih berada di bawah sejumlah bank terbesar di Prancis, seperti BNP Paribas dan Société Générale.

Indodax menemukan telah terjadi peretasan oleh hacker yang berasal dari Democratic People's Republic of Korea (DPRK) alias Korea Utara (Korut). (Foto: Istimewa) Indodax menemukan telah terjadi peretasan oleh hacker yang berasal dari Democratic People's Republic of Korea (DPRK) alias Korea Utara (Korut). (Foto: Istimewa)

Insiden yang menimpa Crédit Mutuel Arkéa menambah daftar serangan siber terhadap sektor keuangan di Eropa. Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas peretasan yang menyasar lembaga keuangan maupun berbagai perangkat yang terhubung dengan internet.

Pada pekan sebelumnya, bursa mata uang kripto Binance dilaporkan mengalami pencurian aset kripto dengan nilai mencapai USD6,3 miliar.

Tidak hanya lembaga keuangan, serangan siber juga dilaporkan menyasar perangkat rumah tangga dan fasilitas penyimpanan yang terkoneksi dengan jaringan internet. Sejumlah lemari pendingin di berbagai negara Eropa menjadi target peretasan.

Di Prancis, tiga bank darah regional turut mengalami serangan siber pada Minggu malam hingga Senin. Dalam kejadian tersebut, peretas menyasar lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan produk darah.

Rangkaian insiden ini memperlihatkan bahwa ancaman keamanan siber tidak hanya menyasar sistem perbankan, tetapi juga merambah berbagai infrastruktur dan fasilitas penting di Eropa.