Ntvnews.id, Jakarta - Polisi telah mengidentifikasi tujuh lokasi di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang rawan terhadap aksi pembegalan sepeda motor, terutama selama bulan Ramadhan.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady, menyatakan bahwa wilayah Rorotan dan Kalibaru menjadi perhatian khusus karena tingginya insiden pembegalan di area tersebut.
Berikut adalah tujuh lokasi rawan pembegalan di Jakarta Utara:
Baca juga: Begal Siang Bolong Dihajar Massa di Kelapa Gading Jakarta Utara
1. Jalan Akses Marunda - Jembatan STIP: Sering terjadi pembegalan sepeda motor.
2. Tol Layang Jaya - Tol Layang Kebon Baru: Area ini memiliki banyak tempat gelap dan gang, menjadi tempat persembunyian pelaku begal.
3. Tol Layang Kebon Baru - Babek TNI: Lokasi rawan aksi pembegalan sepeda motor.
4. PT Justus - Kampung Kandang: Tempat persembunyian begal karena kondisi gelap dan banyak gang.
5. Turunan Jembatan Komatsu - PT Justus: Rawan pembegalan sepeda motor pada malam hari.
6. Depan Pos Polisi Marunda - BKT Rorotan: Pembegalan sepeda motor sering terjadi saat malam hari.
7. Jembatan STIP - BKT Rorotan: Lokasi rawan begal karena banyak gang dan minim penerangan.
Untuk mengantisipasi kejahatan selama Ramadhan, Polres Metro Jakarta Utara telah mendirikan 21 pos pantau di seluruh wilayah tersebut. Setiap pos pantau akan ditempati oleh 10 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta perwakilan RT dan RW setempat. Kapolres berharap kehadiran pos pantau ini dapat menekan terjadinya aksi kejahatan selama bulan suci Ramadhan.
Data yang dihimpun ANTARA menunjukkan bahwa pada awal tahun ini telah terjadi beberapa kasus pembegalan di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Salah satunya terjadi pada 5 Januari 2025 di kawasan Kelapa Gading Timur, di mana korban dicegat oleh sekelompok orang tak dikenal yang membawa senjata tajam. Selain itu, pada 24 Januari 2025, Polres Metro Jakarta Utara menangkap 16 pelaku yang terlibat dalam berbagai kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat bahwa hingga tahun 2023, terdapat 31.523 kasus kejahatan di seluruh DKI Jakarta, dengan 22.453 kasus berhasil diselesaikan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area-area rawan tersebut, terutama pada malam hari, guna mengurangi risiko menjadi korban kejahatan.
(Sumber: Antara)