BPBD Banjar Laporkan 116.027 Jiwa dan 22.991 Rumah Terdampak Banjir di Kalsel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 07:40
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (kedua kiri) menyalurkan bantuan sembako kepada korban terdampak banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Januari 2026. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (kedua kiri) menyalurkan bantuan sembako kepada korban terdampak banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Januari 2026. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang (Antara)

Ntvnews.id, Banjar, Kalimantan Selatan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melaporkan bahwa banjir telah menimpa 41.196 kepala keluarga (KK) atau 116.027 jiwa serta 22.991 rumah di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyampaikan data tersebut saat mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau lokasi banjir di Sungai Tabuk, Banjar, Minggu, 4 Januari 2026.

Berdasarkan laporan infografis per 4 Januari 2026, BPBD Banjar mencatat kelompok rentan terdampak antara lain ibu hamil 272 orang, bayi 455 orang, balita 1.521 orang, anak-anak 2.380 orang, penyandang disabilitas 275 orang, dan lansia 2.911 orang.

Fasilitas yang terdampak meliputi 141 sekolah, 131 tempat ibadah, 18 gedung kantor, 96 unit fasilitas umum, 18 unit jembatan, dan 3.451 hektare sawah maupun kebun.

Baca Juga: Sebanyak 10.949 Warga dan 3.511 Rumah Terdampak Banjir di Balangan Kalsel

BPBD Banjar juga melaporkan bahwa 5.045 jiwa masih mengungsi hingga saat ini.

Yayan Daryanto menjelaskan, “Jika melihat kondisi awal, saat ini sudah mulai terjadi penurunan cakupan wilayah, dari awalnya 16 kecamatan terdampak menjadi 14 kecamatan, kemudian 10 kecamatan, dan sekarang tinggal delapan kecamatan.”

Ia menambahkan kondisi tersebut bersifat fluktuatif. Meskipun jumlah kecamatan terdampak berkurang, tidak otomatis jumlah warga terdampak ikut menurun. Menurut Yayan, hal ini karena perbandingan wilayah; di daerah hulu mungkin terdampak sedikit, tetapi di daerah hilir hampir sepanjang sungai seluruh wilayah terdampak banjir.

Terkait bantuan bagi korban, Yayan mengatakan, “Nanti setelah masa darurat selesai, kami akan mendata. Kami akan melihat hasil asesmen dan penilaian di lapangan untuk menentukan apakah warga terdampak memerlukan huntara atau bentuk bantuan lainnya, termasuk penilaian terhadap kategori kerusakan rumah masing-masing.”

Baca Juga: VIDEO Banjir Bandang Melanda Kalimantan Selatan

(Sumber: Antara) 

x|close