Indonesia Tegaskan Dukungan Kedaulatan Somalia, Tolak Pengakuan Israel atas Somaliland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta memberi pernyataan kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa, 2 September 2025. Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta memberi pernyataan kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa, 2 September 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jeddah - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung penuh kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Federal Somalia, termasuk posisi Somaliland sebagai bagian dari negara tersebut.

“Indonesia mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan teritorial Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan”, ujar Anis Matta saat menyampaikan pernyataan dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu, 10 Januari 2026.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri pada Ahad, dalam forum tersebut Anis Matta menyampaikan kecaman keras terhadap pengakuan Israel atas Somaliland. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta berpotensi menimbulkan ketidakstabilan di kawasan.

Baca Juga: Presiden Somalia Nilai Pengakuan Israel atas Somaliland Aneh dan Berbahaya

Meski demikian, Anis Matta menekankan pentingnya penyelesaian persoalan Somaliland melalui mekanisme internal Somalia.

Ia juga mendorong OKI untuk mengaktifkan kembali OIC Contact Group mengenai Somalia sebagai upaya menjaga integritas teritorial negara tersebut.

Sebelumnya, Indonesia turut bergabung dalam pernyataan bersama yang diprakarsai Mesir dan didukung oleh 22 negara, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Pernyataan tersebut menegaskan penolakan terhadap pengakuan Israel, dukungan terhadap Somalia, serta penghormatan atas kedaulatan dan kesatuan wilayah negara itu.

KTM-LB OKI ke-22 di Jeddah diselenggarakan atas permintaan Presiden Republik Federal Somalia sebagai respons atas pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 39 negara anggota, dengan 11 delegasi diwakili oleh menteri luar negeri atau pejabat setingkat menteri. Forum ini berhasil mengadopsi dua resolusi, termasuk penolakan terhadap pengakuan Israel atas Somaliland serta dukungan OKI dalam menangani dampak yang ditimbulkan dari keputusan tersebut.

x|close