Ntvnews.id, Banjarbaru — Berpidato memakai bahasa inggris di depan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi pengalaman sangat berharga dan tak terlupakan bagi M. Kiendra Lian Damarta, siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMRA) 13 Bekasi. Kiendra mendapat kesempatan itu saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.
Pidato Kiendra bahkan dipuji langsung Prabowo. Menurut Prabowo, Kiendra amat fasih dalam berpidato bahasa inggris layaknya pernah tinggal lama di luar negeri.
Kiendra senang dan bangga atas pujian Prabowo. Menurut dia, kemampuannya tampil percaya diri di hadapan Presiden bukanlah hasil instan. Ia menjalani proses panjang selama lebih dari empat bulan dengan pendampingan intensif dari gurunya di Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Prabowo Targetkan Sekolah Unggulan di Seluruh Provinsi
“Awalnya aku memang canggung banget. Memang tak bisa berpidato. Tapi lama-lama sama, guru aku Pak Azis, Beliau membantu aku dalam berpidato. Dan akhirnya aku bisa berpidato,” tutur Kiendra.
Kesempatan berdiri di hadapan Presiden Prabowo diakuinya sebagai pengalaman pertama yang sangat berkesan. Meski sempat merasa gugup, Kiendra mengaku menikmati setiap detik momen tersebut.
“Senang, happy,” ujar Kiendra saat ditanya pengalamannya berpidato langsung di depan Presiden.
Siswa Sekolah Rakyat (Istimewa)
Rasa bangga itu semakin bertambah ketika Prabowo memberikan apresiasi atas penampilan Kiendra dan para siswa Sekolah Rakyat lainnya. Dalam sambutannya, Prabowo mengaku terkesima melihat kemampuan para siswa yang mampu tampil percaya diri dan menguasai bahasa asing.
“Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya bisa dalam beberapa bahasa, luar biasa,” katanya.
Prabowo bahkan membuka peluang agar siswa-siswi berprestasi di Sekolah Rakyat untuk mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri.
Baca Juga: Usai Bermalam di IKN, Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang
Lebih dari sekadar kebanggaan pribadi, Kiendra menyimpan harapan besar terhadap masa depan Sekolah Rakyat. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.
“Harapan aku, semoga program Sekolah Rakyat ini bisa terus berlanjut dan membantu anak-anak dalam bersekolah,” harapnya.
Sekolah Rakyat didedikasikan oleh negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Melalui sekolah berasrama yang sepenuhnya ditanggung negara, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem—khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—dapat memperoleh kesempatan untuk mengubah nasib dan masa depan mereka.
Siswa Sekolah Rakyat (Istimewa)